Kompas.com - 01/12/2019, 20:48 WIB

KOMPAS.com— Membersihkan peralatan makan maupun minum pada bayi rupanya tak cukup dibersihkan hanya dengan mencucinya saja.

Perlakuan khusus pada peralatan makan dan minum bayi adalah dilakukan sterilisasi setelah dicuci agar bayi terhindar dari penyakit-penyakit yang mungkin timbul dari bakteri, kuman maupun virus.

Hal ini diungkan oleh Dr. Andina Chrisnawati Rahardjo SpA, MKes dalam peluncuran Mahaton by Baby Max UV Portable Sterilizer di IMBEX 2019 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Proses sterilisasi ini harus dilakukan mengingat air yang digunakan untuk membersihkan peralatan bisa saja bukan air yang benar-benar bersih.  Kuman, bakteri dan virus juga bisa saja tertinggal di bagian yang tak tersentuh saat pencucian.

Kebiasaan menumpuk peralatan makan dan minum bayi yang kotor untuk kemudian dibersihkan sekaligus nantinya juga tidak dianjurkan.

“Penundaan waktu mencuci, akhirnya bakterinya punya kesempatan untuk tumbuh,” kata Andina.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mensterilkan peralatan bayi mulai dari memakai mesin listrik, seperti microwave, alat yang menggunakan sinar UV maupun dengan air mendidih.

Pemakaian alat sterilisasi elektrik kini semakin populer karena praktis dan prosesnya otomatis. Namun, orangtua harus tahu, bagaimana cara kerja alat steril yang kita pilh agar hasilnya maksimal.

“Poin pentingnya jangan lupa baca manual booknya. Jangan dipukul rata, yang mana yang bisa pakai untuk alat yang sesuai,” ujar Andina.

Baca juga: Perhatikan Ini saat Memilih Botol Susu Bayi

Infeksi dari peralatan makan

Menjaga kebersihan alat makan dan minum bayi adalah hal yang mutlak untuk mencegah penyakit, terutama di saluran cernanya.

Menurut Andina, infeksi akibat peralatan bayi yang tidak bersih juga bisa diawali sejak di mulut karena jamur. Gejalanya adalah muncul bercak putih di lidah bayi.

Bakteri yang ada di mulut bayi, lantas masuk ke usus menjadi diare karena bakteri atau virus. Infeksi saluran nafas juga bisa terjadi karena virus yang tertinggal pada peralatan makan dan minum bayi yang tak steril.

“Bisa juga ke infeksi di bagian hati, hepatitis,” kata Andina.

Untuk itu dokter pun menyarankan untuk melakukan pembersihan menyeluruh pada alat makan, minum, teether, dot, maupun mainan bayi dengan mencuci dan juga melakukan sterilisasi setiap hari.

“Minimal satu kali sehari, sampai anak usia minimal 1 tahun, karena daya tahan sudah stabil,” ujar Andini.

“Proses sterilisasi juga harus dilakukan pada eralatan baru dan peralatan lama yang akan digunakan kembali,” imbuh Andini.

Baca juga: Tya Ariestya Lebih Santai Hadapi Fase Makan Anak Kedua

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.