Kompas.com - 02/12/2019, 08:24 WIB
Ilustrasi vitamin D shutterstockIlustrasi vitamin D
|
Editor Wisnubrata

Kalsium juga berguna untuk kesehatan tulang, namun dibutuhkan Vitamin D untuk penyerapannya. Oleh karena itu, menurut Bruno, konsumsi keduanya dalam satu minuman bisa menjadi opsi.

3. Sereal terfortifikasi

Banyak sereal difortifikasi dengan Vitamin D. Bruno menyarankan untuk menggabungkannya dengan susu dan jus jeruk terfortifikasi untuk sarapan seimbang yang tinggi Vitamin D.

Contohnya, setengah gelas sereal dengan setengah gelas susu terfortifikasi dan 230ml jus jeruk terfortifikasi dapat memberikan kita 200 IU.

4. Telur

Telur tidak hanya sumber protein tanpa lemak, tetapi juga menawarkan 7 persen kebutuhan Vitamin D harian.

Dalam pedoman pola makan 2015-2020 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika Serikat, dikatakan bahwa batas aman kolesterol harian adalah 300mg. Sementara telur mengandung 200mg kolesterol, artinya kebanyakan orang-orang sehat aman mengonsumsi beberapa butir telur per hari.

Menurut Bruno, kita bisa mengonsumsinya utuh. Sebab Vitamin D terdapat dalam kuning telur, dan lemak yang perlu diserap oleh tubuh juga ada pada kuning telur.

"Orang-orang memandang telur sebagai makanan yang jahat (terutama kuning telur), namun sebetulnya kita bisa mengonsumsi satu atau dua butir telur per hari tanpa masalah apapun," katanya.

5. Jamur

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.