Calon Ibu Perlu Persiapkan Kecukupan Nutrisi sejak Sebelum Hamil

Kompas.com - 02/12/2019, 09:38 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua ibu ingin anaknya mendapatkan cukup nutrisi sehingga tumbuh kembangnya optimal. Namun, sedikit perempuan yang memperhatikan kecukupan nutrisi sang buah hati ketika mengandung.

Padahal, nutrisi sebetulnya perlu dipersiapkan sejak sebelum masa kehamilan, lho. Apa sebabnya?

Ahli gizi dari multivitamin YOUVIT, Rachel Olsen, menjelaskan, tingkat kecukupan nutrisi ibu hamil akan sangat memengaruhi kesehatan janin.

Namun, banyak perempuan yang baru menyadari kehamilannya setelah beberapa minggu berjalan. Ketika itu terjadi, bisa saja perempuan tersebut belum mempersiapkan nutrisinya.

"Ketika ibu tahu dia hamil, kadang sudah di minggu kedua, ketiga. Padahal, satu sampai empat minggu pertama penting sekali untuk sudah mencukupi nutrisi dalam tubuh, terutama asam folat."

Hal itu diungkapkan Rachel dalam peluncuran YOUVIT MultiMum di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ahli gizi dari multivitamin YOUVIT, Rachel Olsen dalam peluncuran YOUVIT MultiMum di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ahli gizi dari multivitamin YOUVIT, Rachel Olsen dalam peluncuran YOUVIT MultiMum di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).
Rachel kemudian menyitir hasil studi yang dilakukan oleh Prof Dr dr Saptawati Bardosono, MSc dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada 2016.

Studi berjudul "Maternal Micronutrient Deficiency during the First Trimester among Indonesian Pregnant Women Living in Jakarta (Defisiensi mikronutrien selama trimester pertama kehamilan pada ibu hamil Indonesia yang Tinggal di Jakarta)" menyebutkan secara rinci ketidakcukupan nutrisi pada ibu hamil.

Kekurangan zat besi mencapai 88,8 persen, seng 95,1 persen, kalsium 97,9 persen, vitamin D 100 persen, folat 90 persen, dan vitamin B12 78,3 persen.

"Artinya, banyak perempuan tidak mempersiapkan asupannya sebelum hamil," kata Rachel.

Kecukupan nutrisi juga perlu didukung oleh beberapa hal, salah satunya melalui konsumsi suplemen. Namun, vitamin ternyata memerlukan waktu beberapa bulan agar penyerapannya optimal.

Misalnya, kata Rachel, vitamin D yang penyerapan optimalnya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

"Kita berpikir multivitamin bisa langsung diserap tubuh, padahal mungkin perlu satu, dua, atau tiga bulan baru bisa diserap optimal," ujarnya.

Oleh karenanya, para ibu yang merencanakan kehamilan, sebaiknya juga mengasup nutrisi dan vitamin seimbang agar kelak jika hamil, janin dalam kandungannya mendapatkan nutrisi cukup.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X