Kompas.com - 03/12/2019, 09:39 WIB
Ilustrasi bersyukur shutterstockIlustrasi bersyukur
Editor Wisnubrata

Bukan rahasia lagi jika dalam hidup kita pasti akan merasakan kebahagian dan kesedihan. Dua hal inilah yang memberi warna-warni dalam kehidupan kita.

Tapi sering kali sebagian besar orang ingin menghindari kesedihan, kesusahan, serta rasa sakit, dan selalu berusaha untuk merasa bahagia. Sebisa mungkin mereka menjauhkan emosi dan pengalaman negatif dari kehidupannya.

Padahal pengalaman buruk seringkali punya peran yang baik dan tidak terpisahkan dalam kehidupan kita. Tanpa kesedihan kita tidak akan bisa menghargai kebahagiaan.

Oleh karena itu berbagai emosi dan pengalaman negatif tidak perlu ditanggapi dengan sikap pesimis. Dengan mengubah pola pikir, kita pun bisa melihat bahwa hal-hal negatif adalah bagian dari warna-warni kehidupan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengubah pola pikir tersebut adalah mengembangkan sikap bersyukur.

Baca juga: Melatih Rasa Syukur demi Hidup Lebih Tenang

Tahukah kamu, melatih sikap bersyukur akan membawa manfaat yang baik bagi kesehatan dan kualitas hidup?

Dilansir dari Pyschology Today, dua orang peneliti yaitu, Dr. Robert Emmons and Dr. Michael McCullough, melaporkan hasil penelitian mereka mengenai kebiasaan bersyukur.

Mereka menemukan, subyek penelitian yang dalam kesehariannya mempraktikkan rasa bersyukur menunjukkan penurunan dalam hal kecemasan dan depresi. Diikuti dengan sikap yang lebih ramah ke orang lain, jarang menunjukkan sifat agresif, dan memiliki sedikit keluhan fisik. Menarik, bukan?

Baca juga: Kekuatan Rasa Syukur Lebih Besar dari yang Kita Duga

Meski begitu, kita pun pasti menyadari, bersyukur di saat kondisi suram atau di tengah kesulitan adalah hal yang sulit. Namun, ini bukanlah hal yang mustahil karena pada dasarnya sikap bersyukur bisa lahir dari latihan dan kebiasaan.

Jika sudah memilki sifat bersyukur, kita dapat melihat hal positif dari pengalaman yang negatif. Tertarik melatih sikap ini? Kamu bisa mencoba cara-cara berikut.

Membuat jurnal berisi hal-hal yang disyukuri

Kamu bisa mencatat hal-hal yang bisa disyukuri setiap harinya ke dalam sebuah buku catatan. Hal yang kamu syukuri pun tak perlu bombastis. Hal-hal kecil seperti bersyukur karena cuaca hari ini cerah atau masih memiliki tubuh yang sehat pun bisa dicatat.

Menulis ‘memo terima kasih

Serupa dengan jurnal, kamu bisa menuliskan memo singkat mengenai hal-hal atau orang-orang yang membuat kamu ingin mengucapkan terima kasih. 

Kamu bisa mengirimkan memo tersebut kepada orang yang bersangkutan atau mengungkapkannya secara langsung kepada orang tersebut.

Bila tidak ada waktu untuk menulis, kamu bisa mengingatnya di dalam pikiran atau langsung mengungkapkannya kepada orang tersebut.

Baca juga: Terkadang, Bersyukur Tak Perlu Diucapkan tapi Ditulis

Ilustrasi bersyukurshutterstock Ilustrasi bersyukur
Meditasi dan berdoa

Jangan salah, meditasi dan berdoa bisa membuat kita keluar sejenak dari perasaan dan pikiran yang semerawut. Kita akan merasa lebih tenang dan fokus, serta menjaga kesehatan mental dengan bermeditasi atau berdoa.

Lihat sekeliling

Kamu tentunya familiar dengan kalimat "lihat ke bawah dan bukan ke atas", istilah ini merujuk pada jangan membandingkan diri dengan orang yang berada di atas tetapi lihatlah orang yang menjalani kehidupan yang lebih sulit.

Melihat orang lain yang menghadapi tantangan warna-warni kehidupan yang lebih sulit dapat membuat kita menyadari perlunya mensyukuri hal-hal yang dimiliki. Namun, hal ini tidak berarti kita serta-merta mengejek atau menghina orang yang lebih kesusahan.

Membantu orang lain

Sama dengan metode ‘lihat sekeliling’, membantu orang lain membuat kita bisa menjadi lebih empati terhadap kesulitan yang dijalani oleh orang lain dan lebih mensyukuri apa yang kita miliki.

Kita bisa membantu orang lain dengan menjadi relawan atau bahkan sekedar mendengarkan keluh kesah orang-orang di sekitar.

Ganti kata-kata negatif

Kekuatan dari kata-kata tidak hanya sekedar digunakan untuk mempengaruhi orang lain, tetapi juga bisa memberikan efek kepada diri sendiri. Cobalah untuk memikirkan kata-kata positif saat keruwetan warna-warni kehidupan menghadang.

Bersosialisasi dengan orang-orang yang positif

Jangan salah, berkumpul bersama dengan orang-orang yang positif bisa membantu menjadi lebih positif! Oleh karena itu carilah komunitas yang dapat membuat keseharian jadi lebih baik. Cari teman-teman yang memiliki pola pikir positif.

Apabila kamu masih memiliki kesulitan dalam menyikapi warna-warni kehidupan atau merasa bahwa hidup sudah tidak artinya dan tidak patut untuk disyukuri, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau konselor.

Baca juga: Bagaimana Mengajarkan Anak untuk Bersyukur?



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X