Alasan Masyarakat Indonesia Sangat Doyan Ngemil

Kompas.com - 03/12/2019, 19:07 WIB
Food blogger Windy Iwandy, President Director Mondelez Indonesia Sachin Prasad dan sosiolog Dr. Erna Ermawati Chotim, M. Si (paling kiri ke kanan) dalam acara peluncuran riset The State of Snacking di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraFood blogger Windy Iwandy, President Director Mondelez Indonesia Sachin Prasad dan sosiolog Dr. Erna Ermawati Chotim, M. Si (paling kiri ke kanan) dalam acara peluncuran riset The State of Snacking di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Ngemil adalah tradisi

Kegemaran masyarakat Indonesia dengan kegiatan ngemil rupanya bukan suatu hal yang baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir, melainkan sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia sejak lama.

Sosiolog dari Universitas Nasional, Dr. Erna Ermawati Chotim, M. Si menjelaskan, tradisi ngemil di Indonesia dibuktikan salah satunya dengan adanya camilan khas dan unik di setiap daerah di Indonesia.

Meski begitu, kebiasaan camilan tidak menggantikan peran makan berat. Hal yang berubah hanya dari segi variasi cemilan.

Ini, kata Erna, tak terlepas dari modernisasi masyarakat yang lebih produktif dan punya mobilitas tinggi.

"Dalam konteks masyarakat modern yang paling mungkin adalah sesuatu yang mudah dibawa, dapat ditaruh di tas, mudah dikonsumsi juga," kata Erna.

Baca juga: Waspadai, 5 Risiko Hobi Ngemil di Malam Hari

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X