Daniel Mananta dan Penyandang Disabilitas yang Menginspirasinya

Kompas.com - 05/12/2019, 17:09 WIB
Daniel Mananta saat berada di sebuah acara di kawasan Blok M, Jakarta, Rabu (4/12/2019) KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUSDaniel Mananta saat berada di sebuah acara di kawasan Blok M, Jakarta, Rabu (4/12/2019)
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Pola hidup yang tidak aktif menjadi salah satu dari sepuluh penyebab kematian menurut WHO. Untuk itu, bergerak dengan aktif adalah hal yang penting dan mendasar untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aktivitas gerak yang dapat dilakukan adalah olahraga.

Nah, bagi aktor dan entreprenuer Daniel Mananta, aktivitas yang cocok baginya adalah lari. Pendiri brand Damn! I Love Indonesia itu menekuni olahraga lari sejak usia 21 tahun.

"Menurut gua lari berdampak baik buat tubuh. Wajah akan terlihat lebih muda. Selain itu, olahraga akan membawa aura positif sehingga kita dapat semangat menjalani aktivitas, tidak mudah lelah, dan terlihat ceria," ujar Daniel dalam kampanye Gerak Tak Terbatas dari Rexona.

Daniel sendiri melakukan pengamatan kepada orang-orang yang tidak suka bergerak. Menurutnya, ketika mereka bergerak, hawa yang terpancar seperti tidak semangat, bahkan untuk bergerak mereka harus mengeluarkan usaha lebih keras.

Baca juga: Apa yang Dilakukan Daniel Mananta Sambil Berlari?

Daniel tidak ingin hal tersebut terjadi pada dirinya. Karenanya, ia berusaha untuk tetap bugar dengan rutin berlari. Bahkan sampai mengikuti ajang lari maraton.

Salah satu peristiwa yang membuatnya terkesan adalah ketika mengikuti maraton di Munich, Jerman.

"Ketika gua mengikuti Munich Marathon, ada seorang disabilitas yang terus berlari sejauh 42 km tanpa henti. Hal tersebut menginspirasi gua. Dia aja bisa, gua juga pasti bisa," tutur lelaki yang kerap disapa VJ Daniel ini.

Tak heran Daniel kemudian mendukung kampanye Gerak Tak Terbatas di mana Rexona meluncurkan aplikasi untuk memudahkan masyakat, baik non-disabilitas maupun disabilitas agar bisa tetap berolahraga dengan nyaman.

Terdapat dua fitur yang dapat digunakan oleh pengguna. Fitur pertama 'Gerak Explore', berguna sebagai navigasi untuk menghubungkan penggunanya dengan lokasi yang ingin mereka tuju berdasarkan Google Maps.

Menu ini dilengkapi dengan voice activated untuk memudahkan penyandang disabilitas bergerak sesuai arah yang benar.

Fitur kedua yaitu 'Gerak Count', fitur ini memungkinkan masyarakat non-disabilitas untuk berkontribusi dalam mendukung masyarakat penyandang disabilitas melalui donasi yang terhimpun dari jumlah langkah yang mereka lakukan setiap hari.

"Melalui aplikasi 'Gerak by Rexona' masyarakat penyandang disabilitas dan non-disabilitas bisa saling terkoneksi, berkontribusi, dan berkolaborasi dalam bergerak aktif, sehingga tidak ada satupun yang tertinggal dalam proses pembangunan," ujar Ira Novianti, Personal Care Direction PT Uniliver Indonesia Tbk saat peluncuran aplikasi Gerak by Rexona, Rabu (4/12) di Jakarta.

"Rexona memiliki target mengumpulkan 2 miliar langkah. Nantinya donasi yang terkumpul dapat dibelikan kursi roda, membangun infrastuktur untuk penyandang disabilitas, dan lainnya," ucap Ira.

Berdasarkan pengalaman di Munich, Daniel Mananta juga berharap agar makin banyak penyandang disabilitas yang mau beraktivitas.

Semangat dari orang-orang tersebut, menurutnya akan menjadi inspirasi bagi dirinya, terutama saat mengikuti maraton di Tokyo dan Berlin tahun depan. (Devi Ari Rahmadhani)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X