Kompas.com - 06/12/2019, 07:15 WIB
ilustrasi bau mulut shutterstockilustrasi bau mulut

KOMPAS.com - Biasanya orang mengalami kekurangan zat besi, karena kadar mineral yang sangat rendah di dalam tubuh.

Ini bisa terjadi karena pola makan yang buruk, menstruasi yang berat pada wanita, atau masalah kesehatan yang lebih serius, seperti pendarahan di lambung dan usus.

Tubuh membutuhkan zat besi untuk aliran sel darah merah yang tepat. Mineral tersebut membantu menghasilkan hemoglobin, protein dalam darah yang mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Efek dari kekurangan zat besi dapat menyebabkan jumlah hemoglobin yang buruk. Penurunan protein akan menurunkan aliran oksigen ke jaringan dan otot, menyebabkan anemia, demikian dikutip dari Daily Express.

Tetapi anemia bukan satu-satunya kondisi yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Jika tidak diobati, kekurangan zat besi juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi pada jantung, paru-paru, dan kehamilan.

Baca juga: Bermasalah atau Tidaknya Kesehatan Mulut Berefek pada Kesehatan Otak

Deteksi kekurangan zat besi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penting untuk mendeteksi gejala kekurangan zat besi sejak dini. Menemukan kondisi pada tahap awal dapat membantu menghindari masalah kesehatan dan menyediakan akses ke lebih banyak pilihan perawatan.

Salah satu cara untuk menentukan kekurangan zat besi adalah dengan memeriksa perubahan di dalam atau sekitar mulut. Para peneliti mengidentifikasi empat tanda di lidah dan tiga di luar mulut.

Orang dengan kekurangan zat besi, kondisi lidahnya terlihat bengkak, sakit, dan pucat. Dalam beberapa kasus, bahkan terasa halus.

Perubahan ini terjadi karena kadar hemoglobin dan mioglobin yang rendah dalam darah, yang disebabkan oleh asupan zat besi yang buruk.

Baca juga: Bau Mulut hingga Sembelit, Ini 6 Akibat Kebanyakan Protein

 

Selain dari lidah, melihat area di sekitar mulut juga dapat membantu mendeteksi kekurangan zat besi sejak dini.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan mulut kering, radang merah di sudut mulut, dan sariawan.

Perawatan dan Pencegahan Kekurangan Zat Besi

Untuk memenuhi asupan zat besi yang dibutuhkan tubuh, para ahli merekomendasikan peningkatan konsumsi makanan yang kaya mineral.

Daftar makanan kaya mineral di antaranya termasuk daging, sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, kacang polong, lentil, sereal, dan roti dengan zat besi tambahan.

Beberapa orang juga perlu menggabungkan pola makan dengan obat-obatan untuk mengatasi kekurangan zat besi.

Umumnya, jika tes darah menunjukkan jumlah sel darah merah rendah (kurang), kamu akan diberikan tablet zat besi untuk menggantikan zat besi yang hilang dari tubuh.

Tablet yang diresepkan biasanya juga lebih kuat daripada suplemen yang dapat dibeli bebas di apotek dan supermarket.

Selain itu, minum jus jeruk setelah minum obat juga akan membantu tubuh menyerap zat besi.

Baca juga: Sering Gosok Gigi tapi Masih Bau Mulut? Mungkin Ini Penyebabnya...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.