Mungkinkah Bioskop Digeser Layanan Streaming Film

Kompas.com - 06/12/2019, 08:00 WIB
Studio di bioskop Cinepolis mal Pejaten Village Jakarta Selatan. Dok CinepolisStudio di bioskop Cinepolis mal Pejaten Village Jakarta Selatan.

KOMPAS.com – Menikmati cerita dalam film atau serial kini tak hanya terbatas pada layar televisi atau bioskop, tapi juga gawai dengan layanan streaming.

Hanya bermodalkan perangkat elektronik, seperti gadget dan televisi yang terhubung dengan internet, kita sudah bisa menikmati konten seperti serial atau film yang dinikmati kapanpun, di manapun.

Walau jumlah penikmat sinema lewat layanan streaming terus meningkat, nyatanya jumlah penonton di bioskop pun tak pernah sepi.

CEO Cinepolis Indonesia, Gerald Dibbayawan, menambahkan, menonton di bioskop menghadirkan pengalaman tersendiri dan tempat berkumpul, sehingga orang akan tetap datang ke bioskop.

“Ada excitement, ada unsur fun, dan tentunya pengalaman terhubung dengan orang lain melalui story telling, yaitu film. Menonton di bioskop adalah aktivitas komunal dan kita ikut terlibat untuk merasakan pengalaman yang sama dengan penonton lain,” kata Dibbayawan dalam acara bincang dengan media di Cinepolis Pejaten Village (4/12).

Baca juga: Disney Plus Resmi Dirilis, Layanan Video Streaming Pesaing Netflix

Dari kiri ke kanan: Anthony Sondakh (Deputy CEO, Cinépolis Indonesia), Brian Riady (Executive Director, Lippo Group), Javier Sotomayor (Managing Director Asia and Middle East, Cinépolis), Gerald Dibbayawan (CEO Cinépolis Indonesia) pada saat sesi tanya jawab dengan media.Kompas.com/Lusia Kus Anna Dari kiri ke kanan: Anthony Sondakh (Deputy CEO, Cinépolis Indonesia), Brian Riady (Executive Director, Lippo Group), Javier Sotomayor (Managing Director Asia and Middle East, Cinépolis), Gerald Dibbayawan (CEO Cinépolis Indonesia) pada saat sesi tanya jawab dengan media.

Managing Director of Asia and Middle East jaringan bioskop Cinepolis, Javier Sotomayor, meyakini, sampai kapan pun bioskop akan tetap eksis karena menawarkan apa yang tidak ada di layanan streaming.

Menurutnya, bioskop sudah ada sejak satu abad lalu dan dalam perjalanannya telah menghadapi “ancaman” dari kemajuan teknologi.

“Bioskop sudah pernah menghadapi berbagai disrupsi, mulai dari televisi, DVD, dan sekarang layanan streaming. Tapi, bioskop tetap hadir,” katanya.

Baca juga: Demi Tiket Bioskop, Berapa Lama Orang Indonesia Harus Bekerja?

Kemampuan bioskop untuk bertahan sebagai ruang hiburan, antara lain juga dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang dilakukannya seiring kemajuan zaman.

Sebagai contoh, Cinepolis yang sudah 48 tahun memiliki pengalaman sebagai operator bioskop di berbagai negara, selalu berupaya meningkatkan kualitas sehingga dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan, inovatif, dan mengesankan.

Di Indonesia, Cinepolis merupakan rebranding dari grup sinema yang sebelumnya hadir, Cinemaxx yang berada di bawah grup Lippo.

Direktur Eksekutif Lippo Group, Brian Riady menjelaskan, teknologi baru yang dihadirkan di semua auditorium Cinepolis Pejaten Vilage ini, yaitu proyeksi Laser RGB menghadirkan kualitas gambar yang cerah dan realitas gambar yang mumpuni.

Dalam waktu dekat Cinepolis juga akan meluncurkan format layar besar yang terkenal di dunia, Macro XE

“Dengan begitu, penonton akan dimanjakan dengan pengalaman menonton film yang begitu nyata,” ujar Bryan dalam acara yang sama.

Candy Bar atau tempat membeli popcorn dan minuman di bioskop Cinepolis.Dok Cinepolis Candy Bar atau tempat membeli popcorn dan minuman di bioskop Cinepolis.

Selain itu, bioskop ini juga menawarkan dua auditorium bioskop "bersusun", yang dirancang dengan cerdas untuk memadukan tempat duduk reguler dengan tempat duduk Cinépolis VIP di auditorium yang sama.

“Selain filmnya, makanannya, dan fasilitasnya yang nyaman, membuat orang rela keluar rumah untuk mendapatkan pengalaman dan menghabiskan waktu terbaik dengan orang yang dikasihinya,” kata Sotomayor.

Fasilitas lain yang ditawarkan Cinepolis adalah semua serba digital. Di sini tidak tersedia lagi konter tiket karena semua pemesanan tiket dan makanan hanya bisa dilakukan melalui aplikasi. Sebelum film dimulai, pengunjung tinggal mencetak tiket melalui kios e-ticketing sehingga tidak ada antrean.

Kesemua fasilitas mumpuni tersebut, lanjut Dibbayawan, bukan untuk menjadikan Cinepolis sebagai bioskop nomer satu di Indonesia.

“Kami hanya ingin menjadi top of mind sebagai brand yang identic dengan fun dan exicetement, serta inovasi studio yang berkesan,” katanya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X