Kompas.com - 07/12/2019, 09:27 WIB
Pembuat minyak Kutus-Kutus, Servasius Bambang Pranoto. Kompas.com/Lusia Kus AnnaPembuat minyak Kutus-Kutus, Servasius Bambang Pranoto.

Potensi jamu dan herbal sebagai bagian dari pengobatan tradisional di Indonesia amatlah besar. Data Riset Kesehatan Dasar 2010 menunjukkan, 59,12 persen penduduk Indonesia di atas usia 15 tahun minum jamu. Tahun 2013, ada 30,4 persen rumah tangga memilih layanan kesehatan tradisional ketika kesehatannya terganggu.

Data lain dari Badan Pusat Statistik menyebutkan, tahun 2014, jumlah penduduk sakit yang menggunakan obat tradisional 20,99 persen, sementara yang menggunakan obat modern 90,54 persen dan obat-obatan lain 4,06 persen. Artinya, sebagian penduduk Indonesia menggunakan obat tradisional seiring obat modern.

Tak heran jika minyak Kutus-Kutus laris di pasaran dan dipercaya bisa memelihara kesehatanpenggunanya.

Minyak kutus-kutus pada dasarnya merupakan minyak balur yang terbuat dari campuran 49 macam rempah. Bahan baku minyak ini juga pada awalnya diambil dari dapur dan pekarangan sekitar rumah Bambang di Kabupaten Gianyar, Bali.

“Pada awal membuat minyak ini saya juga cek ke LIPI dan ternyata semua herbal ini sudah pernah diteliti, sehingga memang ini bahan-bahan yang baik. Garis merahnya, bahan-bahannya ini kebanyakan bumbu dan aman dimakan. Jadi racunnya rendah. Makin yakin saya untuk membuat,” kata Bambang.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.