Kompas.com - 09/12/2019, 19:54 WIB
Ilustrasi rambut rontok AndreyPopovIlustrasi rambut rontok

KOMPAS.com - Saat keramas atau mencuci rambut, kamu mungkin melihat helai demi helai rambut berjatuhan, bahkan hingga menyumbat saluran pembuangan air.

Menurut dokter spesialis kulit, Wilma Bergfeld, Md, sebenarnya, menemukan gumpalan rambut di kamar mandi atau di sisir adalah hal yang normal.

Tapi tentu pada kondisi tertentu kerontokan rambut yang sangat banyak perlu diwaspadai.

Rambut rontok, normal atau tidak?

Kita memiliki sekitar 250.000 rambut di kepala. Beberapa folikel rambut bahkan dapat dipecah menjadi beberapa helai.

Rata-rata orang kehilangan 50 hingga 100 helai rambut sehari, tetapi ini tergantung pada panjang dan ketebalan rambut. Orang dengan rambut lebih pendek atau lebih tipis tentu akan rontok lebih sedikit.

Ketika orang berambut panjang dan tebal keramas, mereka bisa kehilangan 150 hingga 200 helai rambut. Tapi biasanya, jika di hari berikutnya kamu tidak keramas, rambut tidak akan rontok sebanyak itu lagi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tak Hanya Penyakit Serius, Polusi Udara Juga Sebabkan Rambut Rontok

Orang-orang yang hanya keramas sekali atau dua kali dalam seminggu kemungkinan akan mengalami kerontokan lebih banyak, saat mereka memutuskan untuk keramas.

“Sebagian besar rambut rontok terjadi di kamar mandi, meski memang masih akan kehilangan beberapa helai rambut lagi saat kita menyisirnya setelah keramas,” kata Dr Bergfeld.

“Tetapi, jika rambutmu terus rontok beberapa waktu setelah keramas atau kamu tiba-tiba menemukan banyak rambut rontok di pakaian, hati-hati itu bisa menandakan masalah,” lanjutnya.

 

Cara mengurangi kerontokan rambut

Usahakan mengurangi frekuensi keramas atau mencuci rambut. Setidaknya satu hingga tiga kali seminggu.

Bergfeld juga merekomendasikan penggunaan sisir bergigi lebar untuk membantu mengurangi rambut rontok. Pasalnya menggunakan sisir bergigi kecil dapat menyebabkan kerusakan dan berisiko mencabut lebih banyak rambut.

Rambut rontok juga bisa menjadi pertanda trauma - seperti menarik dan menyentaknya saat menyisir rambut atau terus-menerus mengikat rambut dengan model kuncir kuda yang ketat.

Jika memungkinkan, cobalah untuk membiarkan rambut terurai sesering mungkin, hindari terlalu sering menyentuhnya dan jangan gunakan ikat rambut karet.

Baca juga: Benarkah Diet Ketat Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?

Selain itu, batasi penggunaan blow dryer, curling, dan flat iron. Jika kamu tidak bisa hidup tanpa alat penata rambut ini, gunakan semprotan termal untuk melapisi serat di rambut untuk membantu melindunginya.

Selain panas alat-alat tersebut, panas matahari juga dapat merusak rambut, jadi pakailah topi ketika harus berada di luar ruangan.

Masih khawatir dengan kondisi rambut?

Ingat, ada dua tipe kerontokan rambut. Kerontokan rambut yang merupakan fase normal siklus hidup rambut dan kerontokan rambut ketika rambut berhenti tumbuh.

Kerontokan rambut kronis atau berlebihan, disebut telogen effluvium, dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh.

Kemungkinan penyebab kerontokan rambut di antaranya:

- Mengalami masa yang sangat menegangkan (perceraian, kematian, atau PHK).
- Melahirkan dan perubahan hormon.
- Penyakit (seperti penyakit tiroid atau gangguan gizi).
- Penurunan berat badan atau diet.
- Obat.

Baca juga: Penyebab Tersering Rambut Rontok pada Pria

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X