5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan agar Tak Selalu Merasa Lesu

Kompas.com - 11/12/2019, 09:03 WIB
Ilustrasi lelah SIphotographyIlustrasi lelah

KOMPAS.com - Mengantuk adalah hal biasa yang kita rasakan. Tetapi selalu merasa kelelahan bisa disebabkan oleh stres, rasa sakit, atau pilihan gaya hidup yang buruk. Rasa lelah berkepanjangan biasanya datang dengan rasa letih dan lesu.

Bila letih dan lesu dibiarkan, hal ini bisa mengganggu produktivitas. Konsentrasi juga bisa rusak karena tubuh yang tak siap diajak beraktivitas.

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, agar tak terus-menerus merasa kelelahan dan terlihat lesu. Berikut di antaranya:

1.Cari tahu apakah kamu lelah atau mengantuk

"Penting untuk mengetahui bahwa ada perbedaan antara kelelahan dan kantuk," kata Hugh Selsick, ketua Sleep Working Group di Royal College of Psychiatrists.

Kelelahan adalah, saya kurang energi dan konsentrasi, saya mudah tersinggung. Saya tidak termotivasi. Kantuk, bagaimanapun, adalah saya berjuang untuk tetap terjaga. Ketika saya duduk di bus saya tertidur.

"Kantuk biasanya merupakan tanda gangguan tidur atau kurang tidur, sedangkan kelelahan bisa disebabkan oleh banyak hal - stres, rasa sakit, anemia atau masalah hormon yang paling umum,” kata Selsick lagi.

Jika kamu memiliki masalah dengan tidur, Selsick merekomendasikan untuk mendapatkan bantuan spesialis melalui dokter umum.

Baca juga: Trik Mengusir Godaan Kantuk dan Lesu di Siang Hari

 

2.Tolak semua godaan

Kebiasaan menonton televisi hingga larut malam dan tak memerhatikan waktu tidur membuat kita akan lesu pada 16 jam keesokan harinya.

Sedangkan tambahan waktu tidur sepanjang 30 menit, bisa membuat kamu merasa lebih baik.

"Memberikan tambahan 30 menit di tempat tidur, lima malam seminggu, dapat membuat perbedaan yang signifikan, walaupun tidak secara instan memberikan efek. Karena jika kamu memiliki hutang tidur, perlu waktu untuk melunasi hutang itu,” ujar Selsick.

Dia merekomendasikan untuk mencoba cara ini secara konsisten selama sebulan, dan jika kamu tidak merasa lebih baik, maka tidur mungkin bukanlah masalahmu dan kamu perlu menyelidiki lebih lanjut.

3.Orang dewasa juga membutuhkan rutinitas sebelum tidur

Prof Martin Marshall, ketua Royal College of GPs memberi saran lain, yakni untuk tidak mengonsumsi alkohol, nikotin, kafein, dan stimulan lainnya sebelum tidur dan jangan makan banyak pada malam hari.

Hindarkan juga diri dari paparan sinar biru dari televisi maupun perangkat digital yang lainnya.

“Menonton TV dan menggunakan perangkat digital seperti ponsel cerdas dan tablet dapat meningkatkan kewaspadaan. Pastikan kamar tidurmu ramah tidur, gelap, sunyi, dan rapi. Hal ini terbukti efektif,” kata Marshall.

Kamu juga bisa berolahraga untuk memerbaiki waktu tidurmu. Selain itu, olahraga juga mampu mengurangi stress dan membuatmu semakin berenergi.

Baca juga: Sering Lesu dan Kurang Gairah? Mungkin Testosteron Anda Rendah

4.Jangan biarkan ponsel membangunkanmu

Telepon yang berdengung atau menyala di malam hari adalah ancaman tidur, kata Selsick. Sebenarnya wajar bila kita bangun beberapa kali di malam hari. "Itu yang menghentikan nenek moyang kita dimakan oleh pemangsa,” katanya.

“Kami bangun, memeriksa lingkungan kami dan kembali tidur. Tapi yang sering kita lihat di laboratorium tidur adalah orang-orang bangun, dan hal pertama yang mereka lakukan adalah meraih ponsel. Itu membuat mereka terjaga untuk waktu yang lebih lama di malam hari,” imbuh Selsick.

Jika kamu bersikeras untuk membawa ponsel ke tempat tidur, untuk digunakan sebagai jam alarm atau dalam keadaan darurat, sebaiknya letakkan ponsel jauh dari jangkauan.

Hal ini dilakukan agar kamu tidak tergoda untuk meraihnya untuk kembali memiankannya dan terjaga di malam hari.

5.Mengonsumsi protein setiap kali makan besar dan ngemil

Mengonsumsi makanan yang mengandung protein juga bisa menjadi pilihan. Karena protein bisa membantu menjaga keseimbangan gula darah.

”Ini akan membantu kamu menghindari kekurangan energi pada sore hari. Dan makanan yang kaya protein juga sering mengandung zat besi, bonus tambahan bagi siapa saja yang menderita anemia,” kata terapis gizi terdaftar Jackie Lynch, yang juga penulis buku Va Va Voom: The 10-Day Energy Diet.

“Daging, ikan, telur, kacang-kacangan, biji-bijian dan kacang-kacangan adalah sumber yang baik,” imbuh Lynch.

Baca juga: Merasa Mudah Lelah? Coba Cek Gaya Hidupmu

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X