Ingin Hijab "Adem" dan Ramah Lingkungan? Coba Koleksi Hijup Infreenity

Kompas.com - 11/12/2019, 18:34 WIB
CEO dan Founder Hijup, Diajeng Lestari pada peluncuran Hijup Infreenity di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraCEO dan Founder Hijup, Diajeng Lestari pada peluncuran Hijup Infreenity di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

KOMPAS.com - Salah satu masalah utama perempuan berhijab adalah material ciput atau dalaman kerudung yang tidak nyaman.

Material yang banyak tersedia di pasaran pada umumnya terasa panas atau terlalu ketat, sehingga membuat kepala pusing dan terasa terjepit.

Ciput yang terlalu ketat juga membuat bakteri menjadi mudah berkembang biak dan seringkali menimbulkan bau.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa e-commerce fashion muslim, Hijup, berkolaborasi dengan Tencel menciptakan " Hijup Infreenity".

"Hijup Infreenity" adalah koleksi basic yang tak hanya adem dan lebih nyaman, tetapi juga ramah lingkungan.

Baca juga: Nike Rilis Pakaian Renang Bertabir Surya, Lengkap dengan Hijab

Tencel sendiri merupakan brand serat untuk industri tekstil di bawah grup Lenzing. Bahan baku kain Tencel menggunakan serat alami yang terbuat dari pohon.

CEO dan Founder Hijup, Diajeng Lestari menuturkan, cuaca tropis di Indonesia membuat banyak orang, terutama para pengguna hijab, membutuhkan kenyamanan lebih ketika beraktivitas dalam cuaca panas.

Apalagi, banyak perempuan menggunakan dua lapis hijab (kain dan ciput).

Maneken menggunakan manset dan legging Hijup Infreenity, koleksi basic ramah lingkungan kolaborasi Hijup dan Tencel.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Maneken menggunakan manset dan legging Hijup Infreenity, koleksi basic ramah lingkungan kolaborasi Hijup dan Tencel.
Meski serat bahan Tencel cenderung lebih rapat, namun tetap breathable dan memiliki fitur thermal regulator, alias bisa menyesuaikan suhu.

"Salah satu yang dikeluhkan panas, makanya produk kolaborasi ini lebih adem bahannya, lebih menyerap keringat karena thermal regulator, bisa menyesuaikan suhu."

"Kalau kondisi suhu panas, dia mendinginkan. Kalau dingin, bisa menghangatkan."

Hal itu diungkapkan Diajeng dalam peluncuran Hijup Infreenity di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Unsur Budaya Lokal dalam Tren Hijab 2020

Di samping mengutamakan kenyamanan, kolaborasi bersama Tencel juga merupakan wujud kepedulian Hijup terhadap isu lingkungan. Limbah mode menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar.

Maneken menggunakan manset dan legging Hijup Infreenity, koleksi basic ramah lingkungan kolaborasi Hijup dan Tencel.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Maneken menggunakan manset dan legging Hijup Infreenity, koleksi basic ramah lingkungan kolaborasi Hijup dan Tencel.
Tencel bersifat biodegradable atau bisa terurai kembali ke alam, sehingga limbahnya tidak ikut menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Ada pun komposisi bahan untuk koleksi Hijuo Infreenity terdiri dari 92 persen serat Tencel dan delapan persen Spandex.

"Pakaian bisa dibilang teman sehari-hari, kita juga butuh teman yang nyaman di hati artinya yang sesuai value kita."

Baca juga: Trik Memilih Bahan Hijab Saat Cuaca Panas

"Tidak hanya menutup aurat, rapi juga lebih ethical, kalau bisa memilih produk-produk ramah lingkungan," ucap Diajeng.

Selain ciput, Hijup Infreenity juga memiliki koleksi manset dress, manset round neck, manset halter neck, hingga legging dengan banderol harga mulai dari Rp 49.000-229.000.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X