Selain Orangtua, Sekolah Juga Punya Peran Edukasi pada Pola Makan Anak

Kompas.com - 11/12/2019, 21:31 WIB
Ilustrasi anak makan sayur CreativaImagesIlustrasi anak makan sayur

KOMPAS.com - Kebiasaan pola makan dan hidup sehat perlu ditanamkan sejak usia dini. Dalam hal ini, tidak hanya orangtua atau lingkungan keluarga yang harus ambil peran, namun sekolah dalam hal ini tenaga pengajar juga harus ambil peran.

Menurut Health and Nutrition Sustainable Development Manager Danone Indonesia, Wailayati Ningsih, edukasi pola makan dan hidup bersih sehat sejak dini dapat mencegah berbagai tantangan kesehatan bagi anak di masa depan.

“Dalam hal ini, peran orangtua dan tenaga pengajar di lembaga pendidikan sangat penting untuk memulai edukasi tentang pentingnya pemenuhan nutrisi, terutama di lingkungan belajar seperti sekolah,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (10/12/2019).

Terkait hal itu, Danone Indonesia memperluas jangkauan program edukasi “ Isi Piringku” untuk anak 4-6 tahun kepada sejumlah guru pendidikan usia dini, pemerintah dan dinas tingkat daerah, hingga organisasi kemasyarakatan terkait intervensi pola asuh dan gizi seimbang pada masa kanak-kanak.

Baca juga: Panduan Mengatur Pola Makan Anak Obesitas

“Kami bersama mitra program Yasmina Foundation melanjutkan edukasi pola asuh dan Isi Piringku 4-6 tahun di Jakarta Timur sebagai perwujudan misi kami untuk membawa kesehatan melalui makanan ke sebanyak mungkin masyarakat,” katanya.

Ningsih mengatakan, saat ini ada sekitar 17,7% balita di Indonesia masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk, hingga 30,8% terindikasi stunting .

Di luar itu, sekitar 55% balita mengalami kekurangan energi, dan lebih dari 80% anak usia 4-12 tahun kekurangan EPA+DHA.

Di Jakarta Timur, tercatat ada sebanyak 4.857 balita sangat pendek dan 5.628 balita pendek di 10 kecamatan.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan akses pangan bergizi, ketidaktahuan mengenai gizi, hingga kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih sehat.

Baca juga: Mengenal Stunting dan Efeknya pada Pertumbuhan Anak

Menurut Ningsih, misi ini sejalan dengan salah satu edukasi berkelanjutan oleh Danone di Indonesia Kampanye Edukasi Isi Piringku 4-6 Tahun kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ibu PKK, hingga orangtua terkait anjuran gizi seimbang, hidrasi sehat, cuci tangan pakai sabun (CTPS), anjuran aktivitas fisik, keamanan pangan, hingga pemantauan tumbuh kembang untuk anak usia 4-6 tahun.

“Edukasi yang konsisten kepada anak-anak dalam institusi pendidikan dini, diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang dapat diteruskan hingga ia dewasa nanti,” ujarnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Muchtar, menilai positif edukasi yang dilakukan Danone Indonesia.

Menurutnya, untuk mendukung anak yang pintar, kreatif, cerdas, dan berakhlak mulia, anak-anak harus mendapatkan pola asuh yang baik serta diberikan makanan-makanan yang memenuhi gizi seimbang.

“PAUD adalah salah satu sarana kegiatan belajar yang dapat diandalkan untuk memenuhi tujuan ini. Saya sangat mengapresiasi sosialisasi pola asuh dan Isi Piringku hari ini dan berharap dapat terus berlangsung dengan sasaran yang makin luas,” katanya.

Baca juga: Perbaikan Gizi Anak Stunting Perlu Diteruskan Setelah Usia 2 Tahun

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X