Kompas.com - 11/12/2019, 21:31 WIB
Ilustrasi anak makan sayur CreativaImagesIlustrasi anak makan sayur

Sementara itu, ahli gizi anak, dr. Dian Kusumadewi mengatakan, konsumsi gizi seimbang sesuai dengan anjuran Isi Piringku bagi anak 4-6 tahun harus dilakukan untuk memastikan anak memiliki tumbuh kembang sesuai dengan usianya.

“Periode emas tumbuh kembang anak-anak ada dalam rentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Namun, kebiasaan konsumsi gizi yang baik perlu dipertahankan bahkan saat anak sudah menginjak usia 4-6 tahun,” kata dr. Dian Kusumadewi.

Untuk memastikan hal tersebut, pola asuh yang baik perlu diterapkan sejak dini oleh orang dewasa yang sehari-harinya bertemu dengan anak.

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. Praktisi Psikologi Klinis menjelaskan, orangtua memiliki peran yang besar dalam mendukung masa depan si Kecil, terutama pada masa tumbuh kembang anak.

“Hal ini karena pemenuhan nutrisi di awal kehidupan membutuhkan pola asuh yang baik dari orangtua. Dalam masa tumbuh kemabng, banyak hal yang perlu menjadi perhatian oran tua mulai dari fisik, kognitif, bahasa, emosi, hingga aspek sosial," kata Anna.

"Masing-masing aspek membutuhkan cara mengasah yang berbeda-beda, contohnya pada aspek fisik anak membutuhkan nutrisi, tidur cukup, dan aktif bergerak,” lanjutnya.

Baca juga: Bagaimana Konsumsi Protein Hewani Bisa Cegah Stunting?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegiatan hari ini merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan dari Danone Indonesia yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan CSR dari Kementerian Kesehatan Award 2019.

Dari total 91 peserta, program Kampanye Edukasi Isi Piringku Anak 4-6 tahun menjadi pemenang dalam kategori Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Dimulai sejak tahun 2017, program ini menggunakan modul yang disusun bersama Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil mengedukasi 160 PAUD di 11 kabupaten/kota.

 “Dengan bekal edukasi pola asuh dan pola makan Isi Piringku 4-6 tahun yang kami berikan, mari kita bersama-sama mengawal pemenuhan nutrisi anak-anak Indonesia untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal, serta menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa depan,” pùngkas Waila.

Baca juga: Mengapa Remaja Perlu Tahu Bahaya Stunting?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X