Kompas.com - 13/12/2019, 09:44 WIB
Ilustrasi kopi 5secondIlustrasi kopi

KOMPAS.com - Saat ini kopi sudah menjadi salah satu jenis minuman paling populer dan digemari di dunia. Salah satu alasan orang-orang menggemari kopi adalah karena kandungan kafein yang membuat mereka lebih terjaga dan membantu meningkatkan performa.

Meskipun kopi lebih dikenal dengan efeknya terhadap otak, penelitian menunjukkan bahwa kopi juga bisa memberi efek diuretik pada ginjal, terutama dalam dosis tinggi.

Diuretik adalah substansi yang menyebabkan tubuh memproduksi urine melebihi jumlah biasanya. Kafein bisa menyebabkan jumlah produksi urine bertambah dengan meningkatkan aliran darah ke ginjal, yang mendorongnya untuk melepaskan air lebih banyak melalui urin.

Kondisi ini mungkin membuat kita bertanya-tanya, apakah minum kopi membuat kita dehidrasi?

Baca juga: Minum Kopi Sebelum Sarapan, Baik atau Buruk?

Dilansir dari laman Healthline, setiap kopi memiliki kandungan kafein yang berbeda. Sehingga, masing-masing kopi memiliki dampak hidrasi yang berbeda pula.

Rata-rata secangkir brew coffee (dalam takaran 240 ml) mengandung 95 mg kafein. Angka ini cukup besar jika dibandinkan dengan kopi instan yang diperkirakan berkisar 30 hingga 90 mg kafein, decaf 3 mg, espresso shot 63 mg (30 hingga 50 ml).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski kandungan kafein dalam kopi bisa menyebabkan efek diuretik, kopi cenderung tidak akan membuat kita dehidrasi.

Sejumlah studi menunjukkan, kita perlu mengonsumsi lebih dari 500 mg kopi per hari atau sebanyak lima cangkir (1,2 liter) brew coffee untuk menunjukkan efek diuretik yang signifikan.

Sebuah studi terhadap 10 peminum kopi kasual mengulas tentang dampak meminum 200 ml air, kopi rendah kafein (269 mg) dan kopi tinggi kafein (537 mg) terhadap tanda-tanda dehidrasi.

Para peneliti mengamati bahwa minum kopi tinggi kafein memiliki efek diuretik jangka pendek, sementara kopi rendah kafein dan air sama-sama menghidrasi.

Selain itu, sejumlah studi lainnya menunjukkan bahwa asupan kopi dalam jumlah moderat sebetulnya sama menghidrasinya dengan minum air.

Contohnya, dalam sebuah studi terhadap 50 peminum kopi berat mencatat bahwa minum 800 ml kopi per hari selama tiga hari sama dengan menghidrasi tubuh dengan air dalam jumlah yang sama.

Ada pula analisa terhadap 16 studi yang mengungkap bahwa konsumsi kafein 300 mg dalam single shot sama dengan tiga cangkir (710 ml) brew coffee.

Keduanya meningkatkan produksi urine hanya sampai 109 ml, jika dibandingkan dengan minum minuman non-kafein lainnya.

Jadi, meskipun membuatmu buang air kecil lebih banyak, minum kopi seharusnya tidak membuatmu dehidrasi selama kamu tidak kehilangan terlalu banyak cairan daripada biasanya.

Meski begitu, konsumsi kopi dalam jumlah banyak seperti lima cangkir atau lebih, mungkin memberikan efek dehidrasi yang perlu kamu hindari.

Baca juga: Hindari Minum Kopi Saat Menstruasi, Apa Penjelasannya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.