Kompas.com - 13/12/2019, 18:42 WIB

Produk tersebut dinamai piring pelepah pinang. Cara kerjanya, pinang yang dibeli dari petani dibersihkan.

Karena pelepah pinang dari petani sangat kering, pelepah dicelup ke dalam air kemudian dimasukkan ke dalam mesin untuk di-press tiga menit dengan suhu 130 derajat.

“Bisa juga hanya 1-2 menit, tinggal dinaikkan suhunya. Mesin inilah yang dibuat ITB,” ungkap Jaenal.

Setelah di-press, piring sudah langsung terbentuk dan terlepas dari mesin. Satu lembar pelepah pinang bisa dibuat 3-4 piring.

Baca juga: Inovasi Antiseptik Pelepah Pisang Mahasiswa Undip

“Harga pelepah pinangnya dari petani Rp 400 per lembar. Jadi potensi bisnisnya besar,” tutur dia.

Berbeda dengan styrofoam, tekstur pelepah pisang ini sangat unik. Terlihat serat pelepah berwarna coklat ataupun hitam yang cantik.

Tak hanya itu, baunya pun khas. Bila dicium akan terendus aroma alam atau hutan tropis. Bentuknya pun lebih tebal dari styrofoam.

Bahan alami inilah yang membuat piring pelepah pinang aman digunakan untuk berulang kali. Kecuali untuk makanan berkuah, hanya bisa sekali pakai.

“Kalau untuk makanan kering seperti camilan, bisa digunakan hingga 10 kali. Tinggal cuci saja,” ucap dia.

Piring tersebut hingga kini masih mencari pasar. Salah satu kerja sama yang sudah terbentuk adalah dengan Bali.

“Sudah ada lima mesin (pembuat piring pelepah pinang) yang disebarkan ke UKM di Jambi,” kata Jaenal.

Ia berharap, pengembangan ini bisa mengurangi sampah dan menghasilkan pendapatan lebih bagi para UKM di Jambi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.