Kompas.com - 19/12/2019, 09:10 WIB
Seorang pria menyebrang zebra cross saat hujan deras di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi hujan akan mengguyur wilayah Jabodetabek pada Jumat (22/2/2019) siang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSeorang pria menyebrang zebra cross saat hujan deras di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi hujan akan mengguyur wilayah Jabodetabek pada Jumat (22/2/2019) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kota di Indonesia mulai rutin diguyur hujan setiap hari, ini berarti musim hujan telah tiba. Di musim ini ada beberapa penyakit yang sering diderita masyarakat. 

Kepala Klinik Pratama Permata Bunda, Bekasi Timur, Dr. Sumiati Yusup menyebutkan, salah satu penyakit langganan adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang pada seminggu terakhir ini dialami cukup banyak pasiennya.

Penyakit lainnya adalah diare, penyakit kulit, hingga tuberculosis (TB).

"Penyakit kulit, gatal-gatal, varicella (cacar air), itu penyakit musiman terbanyak. ISPA, diare, TB," kata Sumiati ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Bahkan angka penderita TB, menurut Sumiati, juga sudah tinggi sejak tiga bulan terakhir atau ketika musim kemarau. Karena sifat kuman yang dorman (tidur), maka virus penyakit itu bermunculan ketika banyak frekuensi orang yang mengalami batuk-batuk.

Baca juga: Jangan Sering Mandi Air Hangat Saat Musim Hujan

Cegah penyakit di musim hujan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada para pasien, Sumiati tak bosan mengingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Ia memonitor para pasien agar menjalani terapi holistik, mulai dari mereka bangun tidur, sarapan, hingga menjalani olahraga.

Salah satu anjuran yang diberikannya adalah meminta pasien banyak mengonsumsi makanan hangat, seperti sup serta menjaga asupan air, buah-buahan dan sayur-sayuran.

Untuk menjaga agar suhu tubuh tetap hangat, ia tidak merekomendasikan konsumsi kopi.

"Sore saya tidak anjurkan ngopi, bisa wedang atau minuman lainnya untuk menghangatkan tubuh supaya stamina kuat di musim hujan," tuturnya.

Jika perlu, kita juga bisa mengonsumsi suplemen multivitamin selama musim hujan. Terutama ketika kita merasa asupan nutrisi harian kita masih kurang. Namun hal terpenting adalah tetap menyesuaikannya dengan kondisi tubuh.

"Jadi sesuaikan kondisi pasien saja karena vitamin dosis tinggi pun tidak dianjurkan, karena akan mengganggu fungsi ginjal," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.