7 Diet Terpopuler Sepanjang 2019

Kompas.com - 19/12/2019, 13:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Namun, ada beberapa efek samping puasa antara lain kelelahan, sakit otot dan pusing. Pola ini tidak direkomendasikan untuk orang-orang dengan kebutuhan kalori tinggi, seperti mereka yang kekurangan berat badan, di bawah 18 tahun atau hamil.

Baca juga: Wajib Tahu, Manfaat dan Efek Negatif Diet Puasa

2. Diet Dr. Sebi

Diet ini terinspirasi dari almarhum pedagang herbal, Dr.Sebi yang aslinya bernama Alfredo Darrington Bowman, dan ia tidak memiliki gelar medis.

Pola dietnya mirip diet alkali yang bertujuan mengembalikan tingkat pH tubuh dengan memperbanyak asupan makanan nabati, yang dianggap mampu membersihkan sel-sel lendir yang menumpuk. Tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim ini.

Spesifikasi diet ini tersembunyi di situs web Dr. Sebi, tetapi rencana itu termasuk memangkas asupan gandum, produk hewani, alkohol, dan minum satu galon spring water sehari.

Diet Dr. Sebi juga merekomendasikan daftar produk bermerek yang tersedia di situs web merek tersebut. Meskipun Dr. Sebi sendiri meninggal pada tahun 2016, pola ini terus berlanjut, dengan pencarian diet yang meningkat secara berkala sepanjang tahun.

Diet ini menjadi bagian dari tren memangkas produk hewani karena berbagai alasan, termasuk kesehatan, kepedulian etik dan melindungi lingkungan.

3. Noom diet

Noom adalah aplikasi penurun berat badan yang memungkinkan kita mendapatkan umpan balik secara individual.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X