Menengok Kembali Kejayaan Tren Fesyen Retro di 2019

Kompas.com - 19/12/2019, 16:25 WIB
Fesyen vintage di USS Yard Sale, Senayan City, Jakarta. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAFesyen vintage di USS Yard Sale, Senayan City, Jakarta.

KOMPAS.com - Sepanjang 2019, fesyen bertemakan 'nostalgia' amat sering kita temui dari atas panggung pekan mode, mulai dari pekan mode high-street hingga merek pakaian mewah.

Ini membuat sejumlah merek memanfaatkan desain lama mereka untuk menghasilkan gaya retro baru yang tak lekang oleh zaman.

Tren ini diawali Januari 2019 ketika merek busana pria Perry Ellis meluncurkan koleksi kapsul kedua merek, Perry Ellis Amerika, sebagai penghormatan kepada merek yang pertama kali diluncurkan di belakang Levi's pada tahun 1984.

Hal kedua yang dilakukan adalah membuat logo merek muncul di baju olahraga nilon, washed denim dan potongan lainnya dengan warna-warna berani.

Pada April, Tommy hilfiger mengadaptasi koleksi kolaborasi vintage Tommy Jeans Coca Cola pada 1986 untuk diperkenalkan pada pelanggan modern. Sang desainer menonjolan masing-masing logo, namun palet warna dan vibe Amerika pada koleksi original tetap terasa.

Di bulan yang sama, Guess merilis #GUESSVintage yang melibatkan lebih dari 150 buah karya vintage asli yang bersumber dari seluruh dunia. Setelah itu, GAP mengikuti lewat perayaan ulang tahun ke-50 yang melibatkan tampilan gaya ala 70an, 80an dan 90an.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

#TommyJeansXCocaCola: the freshest collab perfect for your summer days!

A post shared by Tommy Hilfiger (@tommyhilfiger) on Jun 24, 2019 at 5:00am PDT

Bahkan, peretail seperti Target juga mengikuti tren nostalgia. Mereka merayakan 20 tahun kolaborasi bersama para desainer dengan meluncurkan kembali pakaian yng desainnya dibantu oleh Missoni, Anna Sui dan Rodarte.

Sementara Coach mempertunjukkan nilai akar mereka di New York Fashion Week dengan Coach Originals.

Terakhir, belum lama ini loyalis streetwear 90an DKNY mengumumkan kemunculan kembali mereka dengan merilis koleksi baru yang berdasarkan potongan arsip Urban Outfitters.

Fesyen nostalgia ini menjadi tren yang muncul pada saat industri mengalami "badai". Tren ini tiba pada masa di mana mentalitas edisi terbatas sedang naik daun.

Selain itu, barang-barang retro juga tampak mampu melebur dengan tren-tren di atas panggung mode tahun ini, seperti streetwear 90an, denim 80an dan palet warna 70an.

Apakah di 2020 kita masih akan melihat tren yang sama? Kita tunggu saja.


Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X