Kompas.com - 20/12/2019, 10:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Perayaan Natal dan Tahun Baru di berbagai kota di dunia memang disambut meriah, paling tidak dari dekorasinya yang indah. Tak heran jika masa liburan ini membangkitkan perasaan bahagia.

Lebih dari sekadar kemeriahan lampu-lampu dan dekorasi yang gemerlap, menurut para pakar psikologi, kegembiraan dan kebahagiaan Natal dan Tahun Baru memang nyata.

Bahkan, rasa bahagia itu sudah bisa hadir hanya dengan melihat foto-foto bertemakan kemeriahan Natal.

Dalam sebuah eksperimen, peneliti Brad Haddock dari Denmark menunjukkan pada dua kelompok, yaitu mereka yang merayakan Natal dan yang tidak, foto-foto bertemakan Natal dan Tahun Baru. Ketika melihat foto tersebut, otak para responden dipindai.

Hasilnya, ternyata bagian depan otak terjadi peningkatan pada kelompok orang yang merayakan Natal, bahkan sebelum mata mereka melihat foto itu.

"Kebahagiaan memang sesuatu yang sulit diukur secara kuantitatif. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa sesuatu bisa menghasilkan respon, dalam hal ini foto-foto bertemakan Natal," kata Haddock.

Dengan kata lain, hanya memikirkan tentang kemeriahan suasana akhir tahun pun sudah bisa meningkatkan mood kita. Hal ini terutama pada mereka yang merayakan Natal dan memiliki memori bahagia tentangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Semarak Dekorasi Natal di Gedung Putih ala Melania Trump

Dekorasi menjelang perayaan Natal di mal Senayan City, Jakarta,Jumat(13/12/2019). Menjelang perayaan Hari Natal, sejumlah pusat perbelanjaan menghias interior dengan dekorasi natal.KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAH Dekorasi menjelang perayaan Natal di mal Senayan City, Jakarta,Jumat(13/12/2019). Menjelang perayaan Hari Natal, sejumlah pusat perbelanjaan menghias interior dengan dekorasi natal.

Sebagian besar toko dan mal juga memanfaatkan hal itu dengan cara memutar Christmast Carol sejak awal Desember. Strategi ini diterapkan supaya ketika kita mendengar lagu-lagu bertema Natal sambil belanja, emosi yang positif akan muncul sehingga kita membeli lebih banyak.

Demikian pula halnya dengan dekorasi Natal. Orang-orang yang membuat dekorasi Natal ternyata lebih merasa bahagia.

"Dalam dunia yang penuh stres dan kecemasan, orang senang mengaitkan sesuatu yang membuat mereka bahagia, dan dekorasi Natal membangkitkan perasaan bahagia itu, yang terkait dengan memori masa kecil," kata psikolog Steve McKeown.

Ditambahkan oleh psikolog Dr.Patrick Keelan, liburan akhir tahun membawa rasa bahagia bukan hanya karena dekorasinya saja. Perasaan bahagia itu timbul karena ini adalah waktu yang banyak dihabiskan bersama keluarga.

"Akhir tahun membuat kita banyak berinteraksi dengan teman dan keluarga, dan interaksi yang positif ini mendatangkan rasa bahagia," katanya.

Baca juga: Tips Membesarkan Anak agar Tumbuh Bahagia

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.