Kisah di Balik Jaket Graffiti yang Dipakai Jokowi ke Kalimantan

Kompas.com - 23/12/2019, 08:31 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan jaket dengan desain custom dari Never Too Lavish saat berkunjung ke Kalimantan Utara. Instagram @nevertoolavishPresiden Joko Widodo mengenakan jaket dengan desain custom dari Never Too Lavish saat berkunjung ke Kalimantan Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Busana yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo kembali sorotan. Kali ini pakaian presiden yang menjadi perbincangan adalah jaket merah yang dikenakannya ketika berkunjung ke lokasi perbatasan Indonesia-Malaysia di Krayan, Kalimantan Utara, beberapa hari lalu.

Sekilas, jaket merah itu memang tampak tak asing. Ya, itu memang jaket kepunyaan Jokowi, Arlinax Jacket Series dari Bulls Syndicate, yang sudah beberapa kali dipakai tetapi mendapat sentuhan baru berupa grafiti.

Desain tersebut ternyata memang dibuat oleh customizer lokal Never Too Lavish (NTL) jelang kunjungan Jokowi ke Kalimantan. Never Too Lavish sendiri memang sudah menjadi langganan Jokowi untuk menggarap custom produk.

Baca juga: Kisah Seniman Jaket Jokowi, dari Mural Kini Sneaker Custom...

Presiden Joko Widodo mengenakan jaket dengan desain custom dari Never Too Lavish saat berkunjung ke Kalimantan Utara. Instagram @nevertoolavish Presiden Joko Widodo mengenakan jaket dengan desain custom dari Never Too Lavish saat berkunjung ke Kalimantan Utara.
Pemilik dan leading artist NTL, Bernhard Suryaningrat menceritakan pada Kompas Lifestyle mengenai proses dari custom tersebut dipesan hingga digunakan oleh Jokowi pada saat kunjungan dan 'motoran'.

"Beberapa hari sebelum dipakai, Pak Jokowi menghubungi kami lewat ajudannya, ingin jaketnya digambarin lagi."

"Jaketnya pakai jaket beliau yang Bulls Syndicate itu, lalu dikirim lah ke kantor kami," kata pria yang akrab disapa Abenk itu ketika dihubungi.

Selain dirinya, ada dua seniman lainnya yang terlibat dalam pengerjaan jaket tersebut.

Untuk desainnya, ia sempat membuat konsep Indonesia Maju, namun rupanya pihak Jokowi membebaskan mereka untuk bereksplorasi.


Baca juga: Never Too Lavish Lirik Bisnis Baru, Custom Rangkai Bunga Jadi Sneakers

"Intinya dibebaskan. Pihak sana bilang 'pokoknya buatnya style kalian saja'. Enggak ada request warna atau gambar tertentu," ucap Abenk.

Maka, jadilah desain graffiti seperti yang bisa kita lihat. Desain pada bagian belakang jaket merupakan inisial masing-masing seniman yang dibuat bertumpuk dengan berbagai warna, sementara pada bagian depan dan lengan dibuat dengan cat berwarna hitam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X