Tak Tahan Ingin Terus Belanja Online? Awas Kecanduan

Kompas.com - 24/12/2019, 11:59 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Siapa yang tak suka belanja? Hampir semua orang senang dan mungkin merasa bahagia berbelanja, termasuk belanja online. Apalagi di akhir tahun, di mana semua toko berlomba memberikan diskon.

Namun, untuk sebagian orang belanja online berubah jadi masalah karena mereka membeli barang setiap hari atau bahkan setiap beberapa jam.

Diperkirakan sekitar 5 persen remaja di negara maju berjuang untuk tidak berbelanja secara kompulsif dan obsesif.

Pakar kesehatan mendefinisikan ini sebagai buying-shopping disorder atau BSD. Sebagian pakar menyerukan agar gangguan tersebut secara resmi diklasifikasikan sebagai penyakit mental yang harus diperhatikan.

Kecanduan belanja terjadi karena saat ini banyak orang yang berbelanja hingga melampaui batas dan secara negatif mempengaruhi kehidupan mereka. Ini merupakan efek samping dari berkembangnya e-commerce.

Menurut sebuah penelitian berskala kecil yang diterbitkan dalam jurnal Comprehensive Psychiatry, BSD telah resmi berpindah ke ruang ritel online. Sekitar sepertiga pasien yang mencari pengobatan untuk BSD dalam penelitian ini melaporkan gejala mereka karena aktif berbelanja online.

Baca juga: Cermati, Tips Hindari Belanja Impulsif saat Obral Akhir Tahun

"Tingginya angka buying-shopping disorder yang mengakibatkan gangguan fungsi di kehidupan sehari-hari harus diakui sebagai kondisi penyakit mental secara terpisah," kata Astrid Müller, peneliti utama dari studi tersebut sekaligus psikoterapis di Hannover Medical School Jerman.

Namun, penelitian ini hanya dilakukan pada 122 orang sehingga sulit untuk menarik kesimpulan yang pasti karena penelitian ini membutuhkan populasi yang lebih besar.

Daripada dianggap sebagai gangguan kesehatan mental tersendiri, dalam Klasifikasi Penyakit Internasional, BSD dikategorikan sebagai “gangguan kontrol impuls spesifik”.

Apa yang membuat berbelanja menjadi masalah kesehatan mental

BSD juga sering disebut belanja kompulsif pada dasarnya adalah campuran dari kecanduan dan gangguan kontrol impuls.

Menurut Müller, kondisi ini ditandai dengan hasrat yang tak tertahankan untuk berbelanja. Sebagian besar barang yang dibeli oleh orang BSD tidak diperlukan atau digunakan. Pada akhirnya mereka menggunakan uang untuk berbelanja dari yang mereka mampu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X