Kompas.com - 26/12/2019, 18:58 WIB
Ilustrasi marah Digital Vision.Ilustrasi marah

KOMPAS.com - Padatnya aktivitas harian membuat banyak orang sepertinya lebih mudah tersulut amarah. Mulai dari masalah di kantor, menghadapi kemacetan, perdebatan dengan kerabat, dan lainnya.

Meskipun amarah menjadi respons normal terhadap stres, menghabiskan waktu untuk marah-marah tentunya bisa menjadi kebiasaan yang destruktif.

Bukan rahasia bahwa membiarkan amarah meledak tidak hanya berdampak pada hubungan pribadi dan profesional, tetapi itu juga kesejahteraan kita.

Terus-menerus meluapkan rasa frustrasi dapat menyebabkan reaksi fisik dan emosional, termasuk tekanan darah tinggi dan kecemasan.

Baca juga: Jangan Dipendam, Rasa Marah Bisa Bikin Bahagia

Namun, kita sebetulnya bisa belajar mengelola dan menyalurkan amarah tersebut secara konstruktif. Sebuah studi pada 2010 menemukan bahwa amarah bisa disalurkan dengan cara yang sehat, bahkan dapat membuat kemungkinan terserang penyakit jantung lebih kecil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut tipsnya, seperti dilansir dari laman Healthline.

1. Ambil napas panjang

Ketika marah, mudah rasanya untuk mengikuti irama napas yang nemburu. Namun, mengikuti pola tersebut hanya akan membuat diri kita tetap ada pada mode marah.

Untuk melawannya, cobalah mengambil napas secara perlahan dan mendalam menggunakan perut, bukan dada. Cara ini akan membuatmu lebih tenang.

Selain itu, kamu juga bisa coba menemukan tempat nyaman untuk duduk, biarkan leher dan bahumu bersandar dengan nyaman.

Secara perlahan, ambillah napas panjang melalui hidung dan biarkan perut mengembang. Lalu buang napas melalui mulut. Lakukan latihan ini tiga kali sehari selama 5 atau 10 menit sesuai yang dibutuhkan.

2. Mengucapkan mantra menenangkan

Mengulang-ulang frasa yang menenangkan bisa membuat kita lebih mudah melepaskan emosi-emosi negatif, seperti amarah dan frustrasi.

Kamu bisa mengucapkan secara pelan, "tenanglah" atau "segalanya akan baik-baik saja" atau bisa pula diucapkan dengan keras jika kamu mau.

Kamu juga bisa menyimpan daftar frasa-frasa menenangkan di ponselmu untuk diucapkan ketika suatu saat menghadapi momen yang membuat stres kembali.

Baca juga: Sering Marah Tanpa Sebab? Mungkin Ini Penjelasannya

3. Berimajinasi

Menemukan tempat-tempat yang membahagiakan di tengah waktu-waktu sibuk yang membuat stres bisa membuat kita lebih rileks sejenak.

Cobalah memikirkan tempat-tempat nyata atau imajiner yang membuatmu senang, damai dan aman. Tempat tersebut bisa saja tempat yang baru saja kamu kunjungi saat liburan kemarin atau yang suatu saat ingin kamu kunjungi.

Fokuslah pada detail sensori jika kamu berada di sana. Seperti aromanya, pemandangannya, dan suaranya.

Tetaplah jaga napasmu dan teruslah pikirkan tempat itu hingga perasaan cemas dan frustrasimu hilang.

4. Gerakan badan

Terkadang duduk diam membuat kita merasa lebih cemas. Jika kamu mengalami itu, cobalah gerakan tubuhmu dengan penuh kesadaran, seperti melakukan yoga atau latihan menenangkan lainnya yang bisa melepaskan ketegangan otot-otot tubuhmu.

Jika suatu saat rasa stres tersebut kembali hadir, cobalah berjalan atau melakukan tarian ringan untuk menjaga stres jauh dari pikiranmu.

Baca juga: Benarkah Orang dengan Tekanan Darah Tinggi Gampang Marah?

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.