Kiat Berteman dengan Ibu-ibu Kompetitif

Kompas.com - 30/12/2019, 11:18 WIB
Ilustrasi ibu dan anak shutterstockIlustrasi ibu dan anak

Cobalah memfokuskan pada hal-hal positif yang dapat Anda ambil dari teman tersebut. Contohnya, dia mungkin punya banyak ide-ide hebat untuk bermain dengan anak, atau memberi tahu Anda tempat les musik yang bagus yang selama ini tidak diketahui, atau dia punya ide-ide baru untuk mengolah sayuran yang mungkin anak Anda sukai.

Baca juga: Hari Ibu, Ini Alasan Ibu Muda Perlu Gabung Komunitas Parenting

Tidak apa-apa tidak menjadi orang tua yang sempurna. Jangan fokus pada sifat kompetitif teman tetapi pada sifat-sifat baik yang akan melindungi pertemanan.

Penelitian menunjukkan, sebagian besar hubungan kita dengan orang lain dikenal sebagai hubungan ambivalen, yang berarti mereka adalah sumber emosi positif dan negatif. Bukan hal yang aneh jika hubungan antar orangtua pun memiliki dinamika yang sama.

3. Anda tidak dapat menghentikan orangtua lain dari menyombongkan diri, tetapi Anda dapat mengontrol bagaimana mendengar dan bereaksi yang baik.

Pikirkan jenis reaksi apa yang mendorong mereka tidak membual di masa depan, tanpa merusak pertemanan. Reaksi yang netral atau cenderung tidak tertarik bisa membantu mereka mengurangi kesombongan diri.

Baca juga: Banyak Ibu Alami Galau Pola Asuh Anak karena Terpengaruh Medsos

4. Pola asuh yang kompetitif, baik dari pihak Anda sendiri maupun orang lain, sebagian besar hanyalah tanda bahwa orang-orang mencintai anak-anak mereka dan menginginkan yang terbaik untuk mereka.

Meskipun mungkin ada masalah psikologis yang mendasari pola asuh kompetitif, yakni melihat anak dan prestasinya sebagai perpanjangan dari orangtua sendiri, namun Anda pun dapat melihatnya sebagai cerminan perhatian dan kepedulian orangtua pada buah hatinya.

Perhatian dan kepedulian mereka tumpah tanpa batas. Ketika Anda melihat melalui sisi tersebut, Anda akan merasa tidak terlalu kesal dan tidak terlalu cemas atau khawatir.

5. Perhatikan saat Anda terlalu "baper" pada hal-hal yang dikatakan teman Anda.
Hindari menafsirkan ucapan teman Anda sebagai arahan untuk Anda lakukan. Misalnya, jika seorang teman mengatakan, “Saya melakukan X, Y, Z, dengan anak saya,” bukan berarti mereka menyuruh Anda melakukan hal yang sama. Kita semua miliki kekuatan sendiri sebagai orang tua.

Terkadang, mendengar apa yang dilakukan teman Anda terhadap anaknya mungkin membuat kita sadar untuk mengajarkan keterampilan kepada anak atau memberi anak Anda peluang untuk mendapat pengalaman tertentu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X