Berolahraga Pakai Stroller, Bisa Sehat Sekaligus Bonding dengan Anak

Kompas.com - 02/01/2020, 14:39 WIB
Mothercare Get Fit with Stroller di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini. Dokumen Mothercare Mothercare Get Fit with Stroller di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.


KOMPAS.com — Setelah melahirkan, ada baiknya kamu kembali mencoba kembali berolahraga. Karena, selain menjadi sehat, berolahraga tentu bisa membakar lemak dan membuat tubuh menjadi lebih segar dan fit.

Sebagai awal, kamu bisa memulai dengan berolahraga ringan seperti jalan cepat atau yang bisa dijadikan pilihan yakni berolahraga dengan stroller atau kereta dorong.

Berolahraga dengan stroller bisa dilakukan di rumah, sehingga kamu tak perlu meninggalkan si kecil.

“Kalau ke gym kan ada takutnya, pertama takut anaknya enggak aman, antara meninggalkan anak di rumah, atau kalau dibawa itu bahaya, takut kejatuhan alat atau gimana,” ujar Stefani Irwan Marketing Manager Mother Care saat ditemui di acara Mothercare Get Fit with Stroller di kawasan Senayan, belum lama ini.

Baca juga: Jogging Sambil Membawa Stroller, Alternatif Olahraga untuk Ibu Baru

Selain itu, berolahraga dengan stroller berarti menghabiskan lebih banyak waktu bersama si kecil. Hal ini tentu bisa mendekatkan hubungan antara ibu dan anak.

“Tadi kan juga ada gerakan yang naik turun, dan anak juga ngelihatin, nah itu sebenarnya adalah bonding sama anak. Di situ kelebihannya sih,” kata Stefani lagi.

Jika kamu baru memulai berolahraga dengan stroller, sebaiknya diawali dengan ringan.

“Supaya enggak capek dibatasin aja selama 30 menit, tapi regular. Kalau misalnya lebih dari itu mungkin waktunya enggak ada atau jadi terlalu capek,” ujar Stefani.

Baca juga: Pilih Stroller untuk Bayinya, Edric Tjandra Perhatikan 3 Hal Ini

Beberapa gerakan yang bisa kamu lakukan ialah gerakan naik-turun dengan teknik squat. Caranya adalah berpegangan pada stroller dan menggerakkan tubuh ke atas dan bawah hingga berjongkok, codongkan tubuh ke arah belakang dengan membuka kaki selebar bahu.

Namun sebelum memulai gerakan ini, pastikan stroller yang dipilih tidak terlalu ringan.

“Karena kalau sekarang kan terlalu banyak orang yang mempunyai stroller yang travel stroller. Apalagi yang untuk cabin stroller itu biasanya very light,” kata Stefani.

Gerakan lain yang bisa dilakukan adalah dengan berjalan cepat atau berlari kecil di sekitar stroller.

Baca juga: Jangan Remehkan, Ini Bahayanya Sembarangan Pilih Stroller Balita



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X