Kompas.com - 02/01/2020, 14:43 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Meski sudah memasuki tahun baru, rasanya sah saja jika kita masih mau menentukan resolusi baru untuk setahun ke depan.

Atau, bisa jadi resolusi tersebut memang sudah menjadi resolusi langganan dari tahun ke tahun yang tak kunjung terealisasikan?

Sebagian dari kamu mungkin memasukkan "berhenti merokok" sebagai salah satu resolusi tahun baru.

Alasan berhenti merokok sebenarnya sangat personal. Namun jika masih ada yang ragu memasukannya sebagai resolusi, berikut alasan mengapa berhenti merokok harus jadi salah satu resolusi tahun ini dan harus diupayakan tercapai:

1. Kesehatan

Menurut Surgeon General, berhenti merokok adalah salah satu lanhkah penting yang bisa diambil seorang perokok untuk meningkarkan panjang dan kualitas usianya.

Semakin cepat kamu berhenti merokok, maka tubuh akan segera memperbaiki kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas merokok.

Lebih dini memang lebih baik, namun tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok demi kualitas kesehatan yang lebih baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mengapa Kebiasaan Merokok Bisa Bahayakan Jantung

2. Dompet


Faktor dompet juga bisa menjadi alasan kamu berhenti merokok. Sebab, harga rokok kini kian mahal.

Bahkan jika harga rokok tertentu masih tidak terlalu mahal, harga satu bungkus rokok sehari sebetulnya bisa dialokasikan untuk keperluan hidup lainnya.

3. Praktis

Merokok adalah hal yang merepotkan. Karena tidak selalu bisa dilakukan di mana saja, seorang perokok harus mencari tempat yang diperbolehkan merokok.

Tak jarang mereka harus keluar berkali-kali sehari dari suatu ruangan hanya untuk merokok.

Ketika cuacanya sedang dingin dan hujan, tidakkah lebih menyenangkan berada di dalam rungan? Bukankah lebih mudah jika kita bisa memilih untuk pergi keluar hanya jika kita mau dan bukan karena kita perlu?

Baca juga: Demi Kesehatan, Begini 4 Cara Hentikan Kebiasan Merokok

 

4. Keluarga dan teman-teman

Asap rokok membahayakan semua orang yang menghirupnya, bukan hanya perokok. Baik kaum muda atau pun tua dan kesehatannya baik atau buruk, menjadi perokok pasif berbahaya kesehatan.

Anak-anak yang hidup dengan perokok mengalami lebih banyak pilek dada dan infeksi telinga. Sementara bayi yang lahir dari ibu yang merokok memiliki peningkatan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Kita dan orang-orang dalam hidup kita akan lebih mudah bernapas ketika kita berhenti merokok. Mantan perokok tidak membawa bau asap pada pakaian dan rambut mereka, dan rumah mereka tidak berbau seperti rokok. Pernapasan yang lebih baik juga berarti tidur yang lebih baik di rumah

Sebab tidak hanya seorang perokok yang cenderung mendengkur, tetapi juga perokok pasif harian.

Baca juga: Salah, Vape Bukan Jembatan untuk Berhenti Merokok...

5. Kualitas hidup

Berikut adalah beberapa cara menjadi bukan perokok dapat memengaruhi hidup kita:

- Karena merokok mengganggu indera perasa kita, maka berhenti merokok akan membuat makanan terasa lebih enak ketika kita berhenti merokok.

- Indera penciuman juga meningkat, jadi bersiaplah untuk benar-benar menikmati aroma bunga atau rumput segar.

- Kita akan dapat melewati film panjang atau penerbangan pesawat tanpa mengidam rokok.

- Dalam beberapa minggu setelah berhenti, batuk perokok yang biasa muncul akan hilang dan kita akan memiliki lebih banyak energi.

Lihat seberapa cepat tubuhmu merespons keputusan untuk berhenti merokok dengan deretan manfaatnya. Jadi, apa lagi alasan untuk menunda berhenti merokok?

Baca juga: Wanita Lebih Sulit Berhenti Merokok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber lung.org
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.