Kompas.com - 03/01/2020, 16:00 WIB

Pemahaman tentang narsisme

Clinton Moore, seorang psikolog klinis di Sydney, Australia, yang keahliannya mencakup narsisme, hubungan, dan perfeksionisme, mengatakan harus dibedakan antara self-absorption atau narcissistic personality disorder (NPD).

Menurutnya, self-absorption cenderung berubah seiring usia. Pada umumnya pengalaman hidup adalah obat yang cukup baik untuk jenis narsisme ini.

Baca juga: Curiga Teman Kamu Orang yang Narsis? Coba Cek Ciri-Cirinya

Namun, ketika berhadapan dengan sesuatu seperti NPD kita berbicara tentang sifat kepribadian yang cukup stabil. Meskipun tidak membantu, terpelihara dengan baik di seluruh siklus hidup.”

" Sifat ini tidak berkurang, tetapi orang tersebut dapat mengubah cara menampilkannya," tambahnya.

Ia mencontohkan, laki-laki muda yang karismatik dan berotot mungkin merasa lebih sulit untuk mempengaruhi orang ketika berusia 80 tahun karena ia memiliki modal sosial yang lebih sedikit. Dengan demikian, keberanian ini mungkin berubah menjadi lebih pahit.

“Namun, inti masalahnya, ia masih tetap merasa bahwa ia lebih istimewa daripada orang lain di sekitar mereka," jelas Moore.

Stanley H. Teitelbaum , PhD, seorang psikolog klinis di New York mengatakan bahwa dalam beberapa kasus, narsisme dapat menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

"Kekecewaan yang meningkat dari harapan yang tidak terpenuhi seiring bertambahnya usia sehingga makin memperkuat upaya untuk memperlakukan dunia sesuai dengan standar mereka,” kata Teitelbaum.

Di sisi lain, orang cenderung menjadi kurang mementingkan diri sendiri ketika mereka bertambah tua selama mereka maju dalam tahap kehidupan dengan cara yang sehat.

Baca juga: Orang yang Narsis Senang Bikin Cemburu Pasangannya

“Orang-orang yang tidak berhasil melalui setiap tahap kehidupan dengan sukses, mungkin gagal dan menjadi kurang mementingkan diri sendiri karena mereka tidak mencapai pertumbuhan pribadi yang dibutuhkan untuk menjadi refleksi diri dan mereka tidak mendapatkan wawasan yang diperlukan untuk tidak merasa egois,” tambahnya.

Jika kita menjadi dewasa secara bertanggung jawab dan berusaha lebih dalam hidup personal dan pekerjaan, itu bisa membantu kita mengurangi sifat merasa diri paling hebat.

(Renna Yavin)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.