Kompas.com - 04/01/2020, 12:04 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Ada beberapa alasan mengapa orangtua tidak boleh bermain hakim dan wasit: Pertama, Anda tidak akan selalu tahu siapa yang "benar" dan siapa yang "salah"; kedua, bahkan ketika orangtua melakukannya dan memihak salah satu anak dari yang lain, anak akan merasakan rasa dendam yang menurunkan hubungan saudara kandung dan memicu konflik lebih lanjut.

”Bocah yang menang rasanya seperti 'aku menang, dan Mom mencintaiku lebih baik,' dan bocah lain terasa seperti 'aku kalah - tunggu sampai aku memegang leher adikku," kata Dr. Markham.

Penelitian sekarang menunjukkan bahwa cara terbaik bagi orang tua untuk campur tangan adalah bertindak sebagai mediator - bukan untuk memutuskan siapa yang benar atau salah atau bagaimana konflik harus diselesaikan, tetapi untuk tetap tenang, perlakukan saudara kandung yang sama dan bantu mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan ini sendiri.

"Lambatkan dan bantu mereka saling mendengar, dan bukannya memutuskan bagaimana itu akan berakhir," Dr. Recchia menjelaskan.

Baca juga: 5 Perilaku Remaja yang Harus Diperhatikan Orangtua

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.