Dengan Cara Sederhana, Pria Ini Berhasil Turunkan Bobot 36 Kg

Kompas.com - 06/01/2020, 07:56 WIB
John Gallagher sebelum mengalami transformasi berat badan. IstimewaJohn Gallagher sebelum mengalami transformasi berat badan.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Selama 20 tahun lebih, setelah menikah di 1994, berat badan John Gallagher (51) selalu naik turun.

Gallagher mengakui, dirinya dulu memang gemar makan apapun yang diinginkannya, tanpa batasan.

Bahkan, ia membuat daftar 10 tempat makan burger terbaik di kotanya dan mencoba semuanya di musim panas. Tentu saja ia tak hanya makan burger, tetapi juga kerap menambahkan kentang goreng dan bir ke dalam pesanannya.

Gallagher sebenarnya sering bermain basket bersama rekan-rekannya, namun di luar itu ia tak terlalu aktif. Itulah mengapa bobotnya kerap naik-turun.

Ketakutan akan kondisi kesehatan, terutama tekanan darah tinggi, membuatnya berpikir untuk mulai berubah. Apalagi, keluarganya memiliki riwayat kematian karena serangan jantung.

Selain itu, Gallagher juga ingin melihat anak-anaknya tumbuh besar, bahkan sudah mengimpikan bisa memiliki cucu.

Keinginannya untuk mengubah gaya hidup semakin besar, setelah suatu hari ia melihat berat badannya mencapai 117,9 kg.

Baca juga: Hilary Duff Sukses Tùrunkan Berat Badan dengan Kardio dan Angkat Beban

Sebagai seorang konsultan, Gallagher menyadari dirinya banyak mengajari orang lain soal bisnis dan kehidupan.

"Namun, aku sendiri tidak menjalani prinsip-prinsip itu," ujarnya.

Siapa sangka, sejumlah perubahan kecil ternyata berhasil membut bobotnya turun sekitar 36 kg. Membuat bobotnya kini berkisar 81 hingga 86 kg dan tekanan darahnya perlahan turun.

Lalu, seperti apa tipsnya?

1. Mencatat kalori

Mencatat semua kalori masuk bisa menjadi titik awal bagimu untuk mengikuti jejak Gallagher.

Kamu bisa menggunakan aplikasi pencatat kalori seperti myfitnesspal untuk membuat catatanmu lebih terorganisir. Selain itu, kamu juga bisa mencatat kalori yang dibakar lewat aktivitas.

"Aku juga mulai mencatat waktu tidurku, tekanan darah, konsumsi air, dan denyut jantung istirahat menggunakan Fitbit," katanya.

Pada tahun pertama, berat badannya stagnan. Ia pun menambah tantangan yang disebutnya #FatBoyFriday, di mana ia akan menggunakan kaos yang sama setiap hari Jumat dan mengambil foto di setiap akhir sesi olahraga.

"Aku melihat perubahan yang luar biasa, terutama sejak aku memulai olahraga dengan nutrisi yang lebih baik," ujar Gallagher.

Baca juga: Rajin Hitung Kalori, Wanita Ini Turunkan Berat Badan Puluhan Kilogram

2. Meminta bantuan

Menurutnya, penting untuk memiliki seseorang yang mampu membimbing kita selama proses penurunan berat badan.

Gallagher memulainya dengan mencari secara online dan menemukan sebuah pusat kebugaran bernama 180 Fitness di kota tempat tinggalnya.

"Aku pergi ke sana dan bilang membutuhkan bantuan," ungkapnya.

Ia merasa dirinya masih payah di awal-awal sesi olahraga. Tubuhnya juga mudah sakit dan merasa lelah. Namun, itu tak membuatnya kapok. Ia terus kembali dan serius berolahraga karena tahu usahanya tak akan sia-sia.

Untuk menjaga dirinya tetap termotivasi, Gallagher membeli paket sesi olahraga dengan diskon kelompok. Sehingga itu "memaksakan" dirinya untuk selalu berlatih.

3. Pola makan

Jika kamu memiliki pola makan yang buruk selama beberapa tahun, mungkin akan sulit untuk langsung menerapkan pola makan bersih sepenuhnya. Maka, ia mulai dengan perubahan kecil, yaitu berhenti makan kentang goreng.

Titik itu ternyata menjadi pintu gerbang menuju pola makan sehat.

"Sejak saat itu, aku memangkas konsumsi roti putih, makanan penutup dengan porsi besar, beberapa sereal sarapan, dan mengurangi asupan alkohol. Tanpa sadar berat badanku berkurang dari sebelumnya," kaya Gallagher.

Baca juga: Bugar di Usia 50 Tahun, Inilah Pola Makan Jennifer Aniston

4. Menjaga akuntabilitas

Menurut Gallagher, memiliki seseorang yang bisa membantu menjaga akuntabilitas perjalanan penurunan berat badan sangatlah penting.

"Saudaraku, Michael, ikut bertransformasi bersamaku. Kami mengawasi perkembangan satu sama lain dalam olahraga, penurunan berat badan dan lencana yang didapatkan lewat aplikasi Lose It!" ujarnya.

5. Mencari tantangan baru

Gallagher meraih capaian baru pada 2019, ketika dirinya dikenalkan dengan Jeremy Scott Fitness lewat seri video Men's Health. Program itulah yang membantunya menurunkan bobot hingga 36 kg.

Ia mengungkapkan, jika kita sangat berkomitmen terhadap proses, hasil tak akan mengkhianati.

Setelah berat badannya perlahan-lahan turun menuju ideal, Gallagher merasakan tidurnya lebih baik, begitu pula sistem pencernaannya.

Selain itu, jalan kaki saja sudah membuat suasana hatinya menjadi baik, ia semakin dekat dengan keluarga dan pekerjaannya pun menjadi lebih menyenangkan.

"Dulu aku selalu menjadi pria yang orang harapkan tidak duduk bersebelahan ketika di dalam pesawat. Tapi kini tidak lagi," kata dia.

Baca juga: Studi Temukan Diet 10:4 Efektif Turunkan Berat Badan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber menshealth
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X