Kompas.com - 08/01/2020, 11:57 WIB
Ilustrasi minum teh shutterstockIlustrasi minum teh
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Bagi kebanyakan orang Indonesia, kebiasaan minum teh merupakan hal yang lazim dilakukan. Bahkan tak sedikit orang yang memilih minum teh setelah makan, baik di rumah, warung makan, atau restoran.

Segelas teh manis memang akan terasa menyegarkan setelah kita menyantap jenis makanan apa pun. Akan tetapi, di balik semua kenikmatan tersebut, ternyata minum teh setelah makan menyimpan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Alasan tidak boleh minum teh setelah makan

Mengonsumsi teh memang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Sejumlah penelitian mengemukakan bahwa kandungan antioksidan dan polifenol di dalam teh dapat mengurangi risiko berbagai macam penyakit.

Mulai dari tekanan darah tinggi, penyakit hati (liver), serangan jantung, stroke, diabetes, hingga kanker.

Meski demikian, kebiasaan minum teh saat makan atau setelah makan bukan hal yang baik karena dapat memberikan dampak kurang sehat.

Alasannya, teh mengandung tanin dan polifenol (senyawa fenolik) yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Akibatnya, jika kita sering sekali mengonsumsi teh, maka risiko kekurangan zat besi dalam tubuh pun meningkat.

Semakin kuat cita rasa tehnya maka semakin besar efek teh untuk mengikat zat besi di dalam usus. Salah satu contohnya adalah teh hitam.

Teh hitam adalah jenis teh yang telah melewati serangkaian proses oksidasi lebih banyak sehingga menyebabkan warnanya menjadi lebih gelap dan memiliki cita rasa yang lebih kuat. Jenis teh ini juga tinggi akan kandungan polifenolnya.

Selain teh hitam, teh herbal, serta jenis minuman lainnya, seperti kakao (bubuk cokelat), espresso, dan kopi juga tidak baik dikonsumsi saat makan.

Jenis minuman tersebut dapat mengikat zat besi dari makanan sebelum sempat diserap oleh tubuh. Akibatnya, nutrisi yang kita dapatkan dari makanan pun menjadi sia-sia. Kondisi ini berlaku baik pada pria maupun wanita.

Baca juga: Yang Perlu Anda Ketahui jika Minum Obat dengan Teh

Akan tetapi, tidak semua orang akan langsung mengalami kekurangan zat besi akibat minum teh saat makan. Terlebih para penikmat daging merah, ikan, dan daging unggas. Pasalnya ketiga jenis protein hewani tersebut dapat membantu mengatasi hambatan penyerapan zat besi.

Kendati demikian, risiko tersebut tetap ada, terutama bagi orang-orang yang memiliki riwayat kekurangan zat besi.

Tak hanya itu, perempuan yang sedang menstruasi, kelompok vegan dan vegetarian juga disarankan untuk tidak melanjutkan kebiasaan makan sambil minum teh.

Zat besi sendiri merupakan salah satu jenis mineral penting yang memiliki peran mengangkut oksigen dalam darah. Jika tubuh kekurangan zat besi maka dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan kekebalan tubuh.

Wanita lebih banyak membutuhkan zat besi dibandingkan pria. Jika pria membutuhkan sekitar 8 miligram zat besi per hari, maka wanita membutuhkan sekitar 18 miligram per hari. Wanita butuh lebih banyak zat besi lantaran kaum hawa berisiko kehilangan zat besi saat menstruasi.

Alasan tidak dianjurkan minum teh saat makan lainnya adalah dapat berisiko mengurangi ketersediaan katekin dalam tubuh. Katekin adalah senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan, termasuk teh, yang berperan penting dalam berbagai fungsi fisiologis tubuh.

Waktu yang disarankan untuk minum teh

Jika tidak disarankan untuk minum teh saat makan, lantas kapan sebaiknya waktu terbaik untuk minum teh?

Apabila ingin minum teh setelah makan, sebaiknya beri jeda kira-kira hingga satu jam lamanya. Ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki riwayat kekurangan zat besi.

Selain itu, jika tidak mengonsumsi daging merah dan sedang menjalani diet vegetarian, maka waktu terbaik untuk minum teh adalah terpisah alias tidak saat makan. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Apabila ingin minum teh setelah makan, kita bisa memilih mengonsumsi teh hijau atau teh jahe. Pasalnya, kedua jenis teh tersebut diyakini dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan tidak berdampak pada penyerapan zat besi layaknya teh hitam.

Bagi yang tidak memiliki riwayat kekurangan zat besi dan ingin minum teh setelah makan, sebaiknya seimbangkan asupan makanan kaya zat besi dan vitamin C guna membantu penyerapan zat besi dalam tubuh menjadi maksimal.

Sementara, bagi yang memiliki riwayat kekurangan zat besi atau kondisi kesehatan lainnya sebaiknya membatasi minum teh saat makan.

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh jika Minum Teh Tiap Hari



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X