Turun Berat Badan secara Cepat dengan Diet "Fast 800"

Kompas.com - 09/01/2020, 09:16 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Kebanyakan pola diet tidak menawarkan solusi turun berat badan secara cepat, tetapi tidak untuk Fast 800.

Diet yang digagas oleh penulis terlaris New York Times, Dr Michael Mosley, ini menawarkan solusi untuk turun berat badan rata-rata 9,9 kg setiap delapan minggu.

Dalam acara wawancara di Good Morning America, Mosley menjelaskan bahwa inti dari pola makan tersebut adalah memperpanjang waktu puasa di malam hari.

"Jika kamu mengombinasikannya dengan asupan 800 kalori, sejumlah studi membuktikan cara itu akan lebih efektif," katanya.

Dalam buku terbarunya, "The Fast 800 Diet", Mosley membimbing pembaca untuk mengetahui apa yang diperlukan dalam menjalankan diet tersebut.

Pola yang perlu dilakukan adalah menjalani pola makan bergaya Mediterania dengan rendah gula, karbohidrat, dan kalori, tetapi tinggi protein seperti ikan, ayam, dan telur, serta tinggi sayur-sayuran hijau, dikombinasikan dengan puasa semalaman.

Beberapa resep yang hanya bernilai 800 kalori dan bisa membantu menurunkan berat badan, termasuk mengombinasikan salmon dan bayam.

Mosley juga merekomendasikan perencanaan makanan secara rinci serta konsumsi kacang-kacangan dan buah-buahan saat kamu merasa lapar.

Baca juga: Diet Terbaik yang Layak Dicoba Tahun 2020

Diet ini diklaim bisa membantu menurunkan berat badan. Meski begitu, Mosley mengatakan, intinya adalah bukan pada seperti apa tampilan kita, tetapi tentang bagaimana tubuh terasa nyaman dan sehat.

"Bagaimana kita merasa puas karena sudah memberikan tubuh gizi-gizi yang diperlukan," ujarnya.

Kepala koresponden medis ABC News, Dr.Jennifer Ashton, untuk individu yang sehat 800 kalori per hari untuk jangka waktu tertentu seharusnya masih aman-aman saja.

"Anak-anak, remaja, orang dengan diabetes yang bergantung pada insulin, perempuan hamil atau orang-orang yang pernah mengalami gangguan makan seharusnya tidak mencobanya," kata dia.

Dr Blair Chance dari Unit Medis ABC News mencatat bahwa perempuan hamil membutuhkan sekitar 300 kalori tambahah per harinya. Selain itu, keamanan dan manfaat pola makan seperti intermitten fasting pada penderita diabetes sangatlah terbatas.

"Terutama pada mereka yang menderita diabetes yang tidak terkontrol," ungkapnya.

Baca juga: 5 Penyebab Resolusi Diet di Awal Tahun Sering Gagal

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X