Kompas.com - 14/01/2020, 11:27 WIB
Acara Urban Sneaker Society (USS) 2019 kembali digelar di District 8 SCBD Jakarta mulai dari tanggal 8 - 10 November 2019, Jakarta, Jumat (08/11/2019). Tidak hanya brand lokal yang ditawarkan, pengunjung juga berburu sneakers - sneakers tertentu di acara tersebut KOMPAS.com/M ZAENUDDINAcara Urban Sneaker Society (USS) 2019 kembali digelar di District 8 SCBD Jakarta mulai dari tanggal 8 - 10 November 2019, Jakarta, Jumat (08/11/2019). Tidak hanya brand lokal yang ditawarkan, pengunjung juga berburu sneakers - sneakers tertentu di acara tersebut
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Saat memasuki tahun 2020, ada beberapa pertanyaan di mulut setiap orang. Apakah kita akan terseret ke dalam Perang Dunia ke-3? Bagaimana kita menghentikan seluruh planet agar tak menjadi abu? Dan yang sedikit kurang penting, apa tren selanjutnya di dunia sneakers?

Untuk dua pertanyaan pertama, rasanya hal itu tidak akan dibahas di rubrik ini. Tapi setidaknya, kita bisa mencoba menjawab pertanyaan ketiga.

Bila tahun 2010-an membawa kita kembali pada sneakers putih yang bersih, siluet minimalis dan gaya yang menjadi kebangkitan era 90-an, tahun 2020 tampaknya akan sangat kontras.

Sepertinya tahun ini kita akan lebih banyak menemukan koleksi kolaborasi haute-couture hingga nuansa 2000-an. Berikut adalah tren sneakers yang diramalkan bakal muncul di tahun 2020.

High fashion

Ilustrasi sneakers trenfashionbeans Ilustrasi sneakers tren
Sepuluh tahun lalu, kita menertawakan ide orang-orang berbadan tinggi, kurus, dan berpenampilan menarik di Paris yang menyarankan kolaborasi Air Jordan x Christian Dior. Tapi nyatanya di sinilah kita sekarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2019, Sacai x Nike LDWaffle bisa dikatakan menjadi rilis terbesar di tahun tersebut. Ditambah lagi kolaborasi Onitsuka Tiger dengan Givenchy atau Adidas dan Prada yang akan mendarat akhir tahun ini. Tren untuk kolaborasi dengan high fashion akan semakin meningkat.

Baca juga: Air Jordan 1 x Dior, Kolaborasi Special Edition dalam 2 Sepatu...

Kolaborasi haute-couture dengan merek sneakers yang terjadi saat ini merupakan gambaran dari tren yang bakal tumbuh lebih besar dan menyeluruh.

Streetwear pun naik kelas menjadi fashion yang mewah, sesuatu yang sudah kita lihat lewat tingginya harga item-item tertentu.

Bagi siapa saja yang menilai bahwa streetwear tidak abadi, tahun ini menjadi bukti tentang kekuatan streetwear bertahan di ranah fashion.

Lebih banyak bahan gore

tren sneakers gore texfashionbeans tren sneakers gore tex
Dari sekadar fungsi menjadi fashion. Itulah salah satu momen pakaian pria di tahun 2019. Para model menampilkan technical outwear, busana dengan banyak kantung, dan bahan Gore-Tex yang mengalahkan fleece, dan corduroy sebagai kain pilihan.

Ini semua membuat para pendaki dan pecinta lingkungan tampak keren, sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Namun bahan kain performance tidak berakhir di bagian pergelangan kaki. Beberapa brand sneakers mengadopsinya untuk koleksi terbaru mereka.

Versi tahan air dari sneakers klasik seperti Adidas Stan Smith atau Superstar, dan Nike Air Force One seolah memecahkan kebuntuan pecinta sneakers mengenai apa yang harus dipakai ketika cuaca berubah ekstrem.

Baca juga: Intip Converse Chuck Taylor dengan Material Weatherproof Gore-Tex

Trainer dengan bahan bertekstur

Ilustrasi bahan berteksturfashionbeans Ilustrasi bahan bertekstur
Bahan bertekstur tadinya hanya digunakan untuk busana. Namun saat dipakaikan pada sneakers, bahan-bahan ini telah membuat terobosan pada menswear.

Dan di tahun 2020, sepatu dengan bahan bertekstur mungkin benar-benar menjadi tren. Dari cord plimsoll hingga sepatu lari suede, kain tactile menguasai dunia sneaker.

Sulit mengatakan kapan itu semua dimulai, tapi diperkirakan sejak kemunculan Sean Wotherspoon Air Max 1/97 berbahan corduroy pada 2018. Dengan kolaborasi Wotherspoon terbaru yang siap dirilis di tahun 2020, kehadiran sneakers dengan bahan bertekstur akan memanas.

Sepatu lari performa

tren sneakersfashionbeans tren sneakers
Sejak beberapa waktu lalu, sepatu lari dan olahraga telah dipilih banyak orang untuk tampil gaya. Sepatu yang biasanya menginjak aspal, kini juga menginjak catwalk dan pesta-pesta.

Beberapa brand seperti Hoka One One dan Nike x Undercover Gyakusou telah mengangkat kredibilitas street run kepada titik yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dengan corak colourful dan high performance.

Banyak dari kita mungkin tidak ingin memakainya untuk lari maraton, namun tetap membelinya untuk sekedr jalan-jalan di mal.

Metallic dan jaring

tren sneakersfashionbeans tren sneakers
Sepatu berjaring dan memiliki warna metallic yang sering dipakai guru olahraga di sekolah, akan menjadi tren sneakers lainnya.

Sepatu dengan ciri khas jaring dan berwarna metallic merupakan gaya sepatu di era 2000-an. New Balance, Saucony, dan Asics kembali membawanya di tahun 2020.

Kita bisa menyebutnya dad shoes 2.0. Sebuah evolusi dari salah satu tren footwear terbesar di masa lalu yang akan lebih sering kita lihat dalam 12 bulan mendatang.

Kebangkitan noughties

tren sneakersfashionbeans tren sneakers
Menginjak tahun 2020, kita semua perlu mencatat bahwa siklus 20 tahun di dunia sneakers masih terus berlaku. Dekade sebelumnya sarat akan nostalgia 90-an. Tapi ketika memasuki tahun 2020, perhatian beralih ke era milenium.

Sebagai bukti tentang apa yang terjadi dengan tren footwear, coba lihat kebangkitan gaya awal 2000-an seperti Nike's Shox dan sepatu olahraga berkilau. 

Gaya seperti ini sepertinya akan banyak kita temui di jalanan, dipakai oleh anak-anak muda dan mereka yang menolak menjadi tua. Apakah kamu salah satunya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.