Mengapa Kita Tak Bisa Mengingat Isi Mimpi?

Kompas.com - 15/01/2020, 07:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

"Jika jam tidur kita berkurang, biasanya fase tidur REM terpanjang pada pagi hari yang dikorbankan, dan itu adalah periode saat mimpi yang intens dan lama terjadi," katanya.

Fase tidur berpengaruh

Kita pasti pernah mengalami mimpi yang terasa nyata seolah-olah itu adalah kepanjangan dari aktivitas kita. Pada waktu lain, kita mungkin cuma bisa mengingat potongan kecil dari isi mimpi.

Perbedaan jenis mimpi ini terjadi karena perbedaan siklus tidur. Fase tidur REM adalah periode mimpi yang paling panjang dan terlihat realistis. Sementara tidur non-REM kita sedang pulas-pulasnya tertidur.

Ada juga yang disebut dengan lucid dream, yaitu saat kita sadar sedang bermimpi. Mimpi lucid yang terlalu sering menunjukkan bagaimana otak kita bekerja.

"Orang yang sering mengalami lucid dream akan mengalami peningkatan sambungan fungsional antar-otak, atau sirkulasi darah yang lebih lancar ke beberapa bagian otak," kata pakar saraf Andrew Varga.

Walau kita tak bisa mengingat mimpi, bukan berarti kita tak bermimpi. Pasalnya, sangat tidak mungkin seseorang tidak mengalami fase tidur REM.

Menurut Varga, mungkin saja orang sulit bermimpi, terutama pada penderita sleep apnea yang parah karena mereka berulang kali terbangun gara-gara sesak napas akibat mendengkur.

Baca juga: 7 Mimpi Seks yang Sering Dialami dan Maknanya

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X