Kompas.com - 15/01/2020, 18:35 WIB

KOMPAS.com - Pola hubungan intim seorang perempuan rupanya juga memengaruhi masa menopausenya.

Menopause merupakan kondisi ketika perempuan berhenti mengalami menstruasi dan tidak bisa lagi hamil secara alami.

Ternyata, sebuah studi terbaru mengungkapkan, perempuan yang lebih sering berhubungan seks -setidaknya satu kali sebulan- memiliki risiko menopause dini lebih rendah daripada perempuan yang lebih tidak aktif secara seksual.

Data dari studi tersebut menyimpulkan, bahwa wanita yang mengaku melakukan aktivitas seksual setiap minggu atau lebih memiliki risiko mengalami menopause dini di usia berapapun sebesar 28 persen lebih kecil dibandingkan wanita yang mengaku melakukan hubungan seks kurang dari sekali sebulan.

Baca juga: Hubungan Seks Seminggu Sekali Bikin Panjang Umur

Namun, perempuan lajang tak perlu khawatir, termasuk jika tak melakukan aktivitas seksual rutin.

Sebab, "aktivitas seksual" yang dimaksud termasuk menyentuh dan stimulasi diri rupanya sama dengan senggama atau seks oral.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science tersebut meneliti data dari 3.000 perempuan di Amerika Serikat.

Para peneliti mengatakan, penemuan mereka mendukung teori bahwa menopause yang dialami oleh manusia pada awalnya adalah bentuk evolusi untuk mengurangi konflik reproduksi antar-generasi perempuan.

Studi tersebut juga menemukan bahwa tujuan menopause adalah untuk memungkinkan perempuan-perempuan yang lebih tua meningkatkan kebugaran mereka melalui investasi pada cucu mereka.

Baca juga: Kapan Hubungan Seks Paling Memuaskan Terjadi?

"Jika seorang wanita tidak melakukan hubungan seks, dan tidak ada kemungkinan kehamilan, maka tubuh 'memilih' untuk tidak berinvestasi dalam ovulasi, karena itu tidak ada gunanya," kata Megan Arnot, seorang kandidat PhD di University College London (UCL) sebagai salah satu peneliti studi.

Arnot menambahkan, tidak ada gunanya bagi tubuh untuk menginvestasikan energi dalam proses ovulasi jika seorang perempuan hanya melakukan sedikit atau tanpa seks, karena mereka tidak mungkin hamil.

Jadi, tubuh mengalihkan sumber energi untuk melindungi dan merawat keturunan yang sudah ada.

Tapi, bukan berarti faktor aktivitas seksual saja bisa membuat seseorang mengontrol kapan akan mengalami menopause.

"Menopause tentu saja merupakan hal yang tak terhindarkan bagi perempuan dan tidak ada intervensi perilaku yang akan mencegah penghentian reproduksi," kata Ruth Mace, seorang profesor antropologi di UCL yang juga ikut serta pada penelitian ini.

"Meskipun demikian, hasil ini merupakan indikasi awal bahwa waktu menopause mungkin adaptif dalam menanggapi kemungkinan hamil."

Baca juga: Berapa Lama Durasi Hubungan Seks yang Ideal?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.