Sering Nyeri Leher Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Bentuk Bantal Penyebabnya

Kompas.com - 16/01/2020, 08:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Banyak penyebab mengapa kita bangun tidur tidak dalam keadaan segar, salah satunya adalah sakit pada bagian leher sampai sulit menggerakkan kepala ke arah kanan atau kiri. Walau tidak mengancam jiwa, tetapi nyeri leher bisa mengganggu aktivitas harian.

Menurut dokter olahraga Jordan Metzl, MD nyeri leher bisa disebabkan dari kombinasi cara tidur, mulai dari posisi tidur, gerakan tidur, hingga jenis bantal yang kita pakai.

Dengan kata lain, ada banyak faktor yang berperan — tetapi jika nyeri leher ini selalu konsisten sepanjang malam (selain ketika bangun), penyebab utamanya biasanya adalah bantal.

Bantal yang kurang mendukung bisa menjadi masalah besar,” kata dr. Barchi seorang dokter kedokteran olahraga di Rumah Sakit Ortopedi Langone University Langone University.

"Jika bantalmu kurang mendukung, artinya terlalu keras atau terlalu tinggi, itu bisa membuat leher dalam posisi yang aneh dan ototnya menjadi tegang," lanjutnya.

Karena kepala kita diletakkan di bantal berjam-jam setiap malam, carilah bantal yang sempurna, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu keras. Berikut ini beberapa rekomendasi bantal yang menjauhkan dari nyeri leher.

1. Bantal memory foam
Bantal ini menjadi penunjang yang kuat untuk leher. Bantal ini akan menyesuaikan dengan posisi leher ketika tidur, dalam posisi telentang maupun menyamping.

Tetapi, jika kamu orang yang tidurnya gelisah, hindari jenis bantal ini. Sebab bantal ini dapat membuat lebih tegang. Sebagai gantinya, cobalah bantal yang terbuat dari serpihan memory foam karena cukup kokoh tetapi tidak terlalu keras.

Baca juga: Bantal Mahal Tak Selalu Nyaman untuk Tidur

2. Bantal bulu
Seperti bantal memory foam, bantal bulu juga akan memberikan sokongan dan mendukung berbagai posisi tidur. Bantal bulu sangat bagus jika kamu tipe orang yang sering membolak balikkan badan sepanjang malam.

3. Bantal pegas
Bantal ini tak jauh berbeda dengan kasur pegas atau spring bed hanya saja ukurannya lebih kecil, berbentuk bantal, dan nyaman. Bantal ini juga diklaim mampu mengurangi nyeri leher.

Selain bentuk bantal, perhatikan juga posisi tidur. Jika kita terbiasa tidur tengkurap, ini membuat posisi leher menjadi kaku karena kita memutar ke satu sisi dalam waktu lama. Hal ini membuat tekanan di otot leher lebih besar sehingga saat bangun terasa kaku dan sakit.

Posisi tidur tengkurap juga akan membuat perut tenggelam di kasur, sehingga menyebkan tekanan dan pada tulang belakang dan otot-otot punggung.

(Devi Ari Rahmadhani)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X