Kompas.com - 16/01/2020, 11:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Terkadang, salah satu pihak menginginkan hubungan intim lebih sering daripada pihak lainnya. Beberapa pasangan juga merasa keinginan berhubungan intim dengan pasangannya sudah mati.

Jadwal hubungan intim bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Terutama jika kedua belah pihak sama-sama sibuk atau memiliki tingkat gairah yang berbeda.

9. Ketidaksetiaan

Perselingkuhan seringkali menghancurkan hubungan, meskipun hal itu sebetulnya bisa dihindari.

Terapis pasangan Esther Perel sebelumnya menjelaskan bahwa pasangan bisa saja menjadi lebih dekat dan jujur satu sama lain ketika diterpa isu ketidaksetiaan. Kondisi ini bahkan dikatakan sebagai "pernikahan kedua".

10. Pengasuhan anak

Masalah umum lainnya yang dihadapi pasangan adalah salah satu pihak yang lebih toleran dan pihak lainnya lebih ketat dalam pengasuhan anak.

Psikolog Carl Pickhardt yang pernah menulis beberapa buku pengasuhan anak menyebutkan bahwa pertanyaan pertama yang harus didiskusikan bersama pasangan sebelum memiliki anak adalah bagaimana kalian berdua akan melakukan pengambilan keputusan.

Jika pasangan tersebut memiliki kesulitan dalam menjembatani ketidaksetujuan satu sama lain, maka itu bukanlah tanda yang baik.

"Mereka harus tahu cara berkomunikasi dan bagaimana mengubahnya, bagaimana membuat sebuah konsesi dan bagaimana berkompromi," katanya.

Jadi, ketika kamu sering bertengkar dengan pasangan tentang masalah yang sama dari waktu ke waktu, mungkin inilah saatnya untuk berkonsultasi dengan konselor hubungan.

Menurut Sussman, percekcokan yang berlarut akan merusak hubungan. Istilahnya, "luka dalam hubungan akan berujung kematian karena goresan ujung kertas ribuan kali".

Ketika datang ke konselor hubungan, kamu dan pasangan bukan berarti datang untuk memecahkan masalah. Namun, kalian datang untuk mempelajari seperangkat skill yang dibutuhkan untuk mengatasi konflik dalam hubungan yang akan terjadi dalam kehidupan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X