Ketika Diet Bisa Lebih Mematikan daripada Obesitas

Kompas.com - 16/01/2020, 19:21 WIB
Ilustrasi diet. ShutterstockIlustrasi diet.

 

Di sisi lain, efek yo-yo dari diet ketat juga dapat membahayakan kesehatan mental. Ketika orang gagal menurunkan berat badan meski mencoba makan lebih sedikit, mereka menjadi berisiko lebih tinggi mengalami depresi dan rendah diri.

Dampak mematikan lainnya dari diet adalah pembentukan lemak berbahaya.

Beberapa rencana makan yang tidak sehat membantu meningkatkan lemak visceral, atau lemak perut, yang telah dikaitkan dengan produksi hormon yang berkontribusi terhadap penyakit jantung, diabetes, dan peradangan.

"Ketika berat badan berayun lebih tinggi dan lebih rendah, lagi dan lagi, jumlah lemak visceral terus meningkat, menempatkan tubuhmu pada risiko masalah kesehatan yang sama atau lebih besar daripada yang akan kamu hadapi jika kamu tidak pernah kehilangan berat badan," kata Savacool.

Baca juga: Tips Sukses Diet, Jangan Lupa Penuhi Kebutuhan Magnesium

Cara Mengelola Berat Badan dengan Benar

Orang-orang dapat mencapai berat badan yang benar-benar sehat, bahkan tanpa diet ketat yang memaksa mereka untuk secara signifikan mengurangi asupan kalori dan seluruh kategori makanan.

Untuk menghindari kenaikan berat badan, aktiflah secara fisik dan temukan pola makan seimbang dengan melatih kontrol porsi dan memilih makanan yang tepat yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: Ponsel Bisa Gagalkan Usaha Diet, Apa Sebabnya?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X