Adidas Superstar, Menjadi Bintang Sejak 50 Tahun Lalu

Kompas.com - 16/01/2020, 19:34 WIB
adidas Superstar adidasadidas Superstar
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Apakah ada alas kaki yang pantas mendapat nama "bintang" selain Adidas Superstar? Mungkin di samping Converse All Star, tidak ada lagi lainnya.

Tiga garis diagonal tegas di atas latar belakang kulit putih bersih yang diberi ciri khas penutup karet di bagian depan kaki, menjadikan sepatu ini salah satu ikon Adidas. Desainnya terbukti bertahan melampaui waktu dan tren puluhan tahun setelah kelahirannya.

Meski tampak sederhana, sepatu basket low-top ini telah mengguncang lapangan maupun jalanan, dari olahraga ke gaya hidup. Sekarang di ulang tahunnya yang ke-50, Adidas Superstar secara luas dianggap sebagai katalis untuk budaya sneaker.

Dalam rangka menandai usianya yang mencapai setengah abad, Adidas telah mengumumkan kolaborasi dengan Prada dan Blondy McCoy. Muncul juga rumor bakal adanya kolaborasi ke-dua bersama Run-DMC, kelompok hip hop yang pernah mempopulerkan sepatu tersebut pada 1980-an.

Sejatinya Adidas Superstar masa kini tidak banyak berubah dari desain aslinya, dan masih relevan dikenakan dengan gaya sekarang. Itu membuatnya layak untuk ditambahkan ke dalam koleksi sepatu kita.

Adidas Superstars: 50 tahun sejarah sneakers

adidas superstar dipakai Run DMCadidas adidas superstar dipakai Run DMC
Tahun 1969 diisi oleh berbagai peristiwa revolusioner. Untuk pertama kalinya seorang astronot menginjakkan kaki di Bulan, Boeing 747 melakukan penerbangan perdananya, dan The Beatles membuat penampilan publik terakhir mereka di atap Apple Records.

Dalam dunia sepatu, berita terbesar adalah peluncuran versi low-top sepatu basket Pro Adidas, yang dijuluki Superstar (meskipun brand tersebut menyebut 2020 sebagai ulang tahunnya.)

Menilik segi desain, Superstar adalah sepatu basket low-top pertama yang dibuat dari kulit, sesuatu yang membedakannya dari pesaing.

Kesuksesannya di lapangan basket --sebagian besar berkat konsultan Adidas saat itu, Chris Severn, yang juga membantu mendesain sepatu-- membuat Superstar juga laku di luar lapangan.

Severn meminta para pemain dan pelatih mencobanya sendiri karena dia tahu mereka bakal menyukainya. "Mereka "selama ini memakai sepatu kanvas sepanjang hidup mereka. Adidas Superstar yang dari kulit tampak seperti makhluk asing bagi mereka," kata dia dalam buku Sneaker Wars.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X