Bahaya Mengisi Ulang Air di Botol Plastik, Apa Alasannya?

Kompas.com - 17/01/2020, 08:24 WIB
Ilustrasi mengisi ulang botol plastik air kemasan shutterstockIlustrasi mengisi ulang botol plastik air kemasan
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Banyak dari kita yang tidak berpikir dua kali ketika hendak mengisi ulang botol air minum plastik.

Tentu saja, banyak dari kita yang menganggapnya tidak berbahaya karena itu botol kita sendiri dan beberapa di antaranya juga ramah lingkungan.

Namun, anggapan kita selama ini salah.

Sebab, bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik polikarbonat, Bisphenol A (BPA) dapat larut ke dalam air minum dan menimbulkan bahaya.

Para peneliti mengaitkan BPA dengan sejumlah masalah kesehatan. Termasuk penyakit endokrin tertentu yang memengaruhi kesuburan pria dan wanita, meningkatkan risiko kanker yang berkaitan dengan hormon tertentu seperti kanker payudara dan kanker prostat, serta ikatan dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) pada wanita.

BPA juga bukan satu-satunya masalah pada air minum kemasan. Sebuah studi di Frontiers in Chemistry menganalisa botol air dari berbagai produsen dan negara dan menemukan bahwa 93 persennya memiliki partikel kecil dari plastik, yang dikenal sebagai mikroplastik, yang larut ke dalam air kemasan.

Banyak produsen saat ini yang memilih produk-produk bebas BPA. Beberapa menggantinya dengan BPS atau BPF. Tetapi menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Perspektif Kesehatan Lingkungan pada 2015, keduanya mungkin masih mengganggu sel.

Baca juga: Mengisi Ulang Botol Plastik Mungkin Bukan Kebiasaan Sehat

Penelitian ini juga menjelaskan mengapa plastik adalah salah satu benda yang sebaiknya tidak pernah dimasukkan ke dalam microwave. Benda plastik dengan nomor daur ulang 3 dan 7 dapat mengandung BPA, BPS atau BPF.

Botol plastik yang dapat digunakan kembali juga tidak lebih baik. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Treadmill Reviews, para peneliti menguji berbagai jenis botol air yang dapat digunakan kembali yang digunakan oleh atlet selama seminggu.

Mereka menemukan bahwa jumlah bakteri bisa mencapai lebih dari rata-rata 313.499 unit pembentuk koloni per sentimeter persegi, tergantung pada jenis botolnya.

Itu adalah jumlah bakteri yang lebih banyak daripada kursi toilet pada umumnya. Ditambah lagi, 60 persen dari kuman itu mampu menimbulkan penyakit.

Jadi, ketika kamu menggunakan botol minum plastik, ingatlah kembali untuk tidak menggunakannya dua kali.

Baca juga: Setop Kebiasaan Isi Ulang Botol Plastik, karena Ada Risikonya...

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X