Kompas.com - 17/01/2020, 11:41 WIB
Ilustrasi insomnia shutterstockIlustrasi insomnia

5. Tidur terlalu larut

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Cognitive Therapy and Research pada 2014 menemukan, orang-orang yang tidur terlalu larut sering kali memiliki pikiran negatif kronis sepanjang hari. Kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan depresi.

Sebaliknya, orang-orang yang tidur lebih cepat mengalami pikiran negatif yang cenderung lebih sedikit. Meskipun waktu tidur bervariasi bagi setiap individu, setidaknya cobalah untuk tidur satu jam lebih awal untuk mendapatkan manfaat kesehatan.

Baca juga: Studi: Menggoda Rekan Kerja Bisa Kurangi Stres

6. Gaya hidup tidak aktif

Terlalu banyak menghabiskan waktu di depan televisi atau alat elektronik bisa berdampak pada kesehatan mental kita.

Sebaliknya, aktif bergerak dapat mengangkat suasana hati akan menurunkan kemungkinan kita merasa stres.

Ketika aktif secara fisik, otak kita akan melepaskan zat kimia yang memunculkan suasana hati positif, seperti endorfin dan endocannabinoid, yang dapat meringankan perasaan depresi. Cobalah melakukan hal-hal menyenangkan yang berbeda dari waktu ke waktu.

Melakukan kegiatan yang bersifat sosial, seperti menjadi relawan sesuai kemampuan, juga akan memberi kita alasan untuk bekerja, bersyukur, dan menjadi lebih bersemangat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X