Menarik, Olah Popok Bayi Bekas Jadi Batako dan Minyak Bakar

Kompas.com - 20/01/2020, 16:26 WIB
Seorang petugas memasukkan popok bekas ke dalam mesin hidrotermal untuk diolah menjadi minyak bakar di Bandung, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.com/RENI SUSANTISeorang petugas memasukkan popok bekas ke dalam mesin hidrotermal untuk diolah menjadi minyak bakar di Bandung, Kamis (16/1/2020).

KOMPAS.com – Limbah popok bayi kerap menimbulkan masalah bagi lingkungan. Masyarakat banyak membuang bahan tersebut begitu saja bersama sampah lainnya.

Berdasarkan riset Bank Dunia tahun 2017, popok sekali pakai menyumbang 21 persen sampah yang dibuang ke laut.

Hal itu jelas membahayakan. Sebab, kandungan kimia dalam popok bisa mengganggu kehidupan ikan di laut.

Berbagai teknologi pun diuji coba untuk mengolah limbah popok menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Salah satunya melalui teknologi bernama hidrotermal.

Baca juga: Jantie, Celana Denim Mirip Popok Bayi Seharga Rp 4,5 Juta

Mesin ini pada intinya memasak limbah popok hingga diolah menjadi bahan bangunan, bahan insulasi, kertas, dan bahan bakar minyak.

Sedangkan plastik non daur ulang yang ada di dalam popok, dapat digunakan sebagai minyak tanah.

“Kita tinggal memasukkan sampah popok ke dalam mesin. Nanti kandungan fiber dan plastik dalam popok akan terpisah dengan sendirinya.”

Hal tersebut disampaikan CEO Guna Olah Limbah (GOL), Arcie Satya Nugroho di Bandung, akhir pekan lalu.

Alumnus Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1996 ini mengatakan, popok akan dimasak dalam temperatur tinggi sekitar 180-200 derajat.

“Suhunya sangat tinggi sehingga segala virus bisa mati,” tutur Arcie.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X