Mari Kenali dan Cegah "Bullying" Sebelum Menyesal...

Kompas.com - 21/01/2020, 12:42 WIB
. SHUTTERSTOCK.

"Main-main tapi keterlaluan, misal korban dibawa ke suatu tempat, dikeroyok, meninggal atas dasar korban bully," ucapnya.

Baca juga: Cegah Bullying, Twitter Bikin Fitur untuk Batasi Jumlah Reply

Sementara, bullying pada anak perempuan biasanya didasari faktor emosional. Misalnya iri hati atau ketidaksukaan.

Maka, -karena berbeda, kedua model bullying ini pun harus mendapatkan penanganan yang berbeda.

Cyber dan verbal bullying

Seiring berkembangnya teknologi, muncul jenis bullying baru, yakni cyber bullying, yaitu tindakan bullying yang dilakukan di dunia maya.

Praktik ini bisa terjadi melalui beberapa medium, seperti media sosial atau aplikasi chat.

Terkadang kita menganggap cyber bullying mirip dengan verbal bullying, padahal keduanya berbeda.

Meski begitu, dua jenis bullying tersebut seringkali berjalan beriringan.

"Konteksnya berbeda tapi memang sering mix up, karena korban dikata-katain lewat chat atau komentar di media sosial, teror di WA (WhatsApp), itu masuk cyber bullying," kata Ayoe.

Ia menambahkan, cyber bullying bisa dikatakan jauh lebih berbahaya dibandingkan jenis bullying verbal maupun fisik.

Baca juga: Kampanye Anti Bullying, Perlu Kerja Sama Guru dan Orangtua

Sebab, cyber bullying bisa terjadi di mana saja selama ada sambungan internet. Pada kasus bullying verbal dan fisik, orang sekitar mungkin bisa melihatnya, namun tidak bagi korban cyber bullying.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X