Mari Kenali dan Cegah "Bullying" Sebelum Menyesal...

Kompas.com - 21/01/2020, 12:42 WIB
. SHUTTERSTOCK.

6. Bangun rasa empati

Membangun rasa empati pada diri anak juga bisa mencegah diri menjadi pelaku bullying.

Ayoe menyarankan orangtua untuk sering mengajak anak melihat orang-orang dengan kondisi kehidupan yang lebih sulit, dan mengajak mereka untuk mau berbagi.

Buat anak mau mengungkapkan pendapatnya jika berada pada posisi orang yang mengalami kesulitan.

Misalnya, dalam kasus bullying. Buat anak berpikir jika mereka ada di posisi korban bullying, dan tanyakan apa yang mungkin mereka rasakan jika ada di posisi korban.

"Hal-hal seperti itu dipancing dari anak sehingga anak punya rasa empati. Sehingga ketika dia mau melakukan sesuatu dia punya pakem:oh iya ya kalau saya digituin, saya juga enggak mau," katanya.

Rasa empati terbangun tidak dalam waktu singkat. Empati perlu ditanamkan secara terus menerus dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Membentuknya tidak sehari-dua hari, tapi tidak ada kata terlambat untuk membentuknya," kata Ayoe.

 

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X