Perkenalkan Anak dengan Rasa Alami Makanan Sedini Mungkin

Kompas.com - 24/01/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com – Usia balita merupakan masa yang krusial untuk menentukan kesukaan anak terhadap makanan tertentu di masa depan. JIka sejak dini anak sudah dibiasakan mengonsumsi makanan yang manis, maka sampai besar ia juga akan selalu memilih rasa yang manis.

Sejak genetik anak telah terprogram untuk menyukai rasa tertentu dan menghindari rasa yang lain. Bayi baru lahir memang menyukai rasa manis, sehingga ini akan membantu mereka untuk mengonsumsi air susu ibu, yang memiliki rasa manis alami.

Namun, bukan berarti anak dibiasakan mengonsumsi makanan dan minuman mengandung gula tinggi.

Baca juga: Bagaimana Konsumsi Protein Hewani Bisa Cegah Stunting?

Dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon.Dok Arla Indofood Dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon.
“Gula tambahan dan perisa yang terkadang ditambahkan dalam produk makanan, termasuk susu, akan membuat anak terbiasa dengan rasa manis. Saat besar nanti, dia akan terus mencari rasa yang makin manis,” kata dr.Lucia Nauli Simbolon, Sp.A dalam acara diskusi yang diadakan oleh Arla Indofood di Jakarta (23/1).

Padahal, kelebihan asupan gula berdampak negatif pada kesehatan secara umum. Itu sebabnya, orangtua dianjurkan untuk memperkenalkan anak-anak pada rasa alami semua makanan sejak dini, terutama setelah anak mendapatkan makanan pendamping ASI ( MPASI)

Misalnya saja, jika anak sudah mengonsumsi susu, pilih produk dengan kandungan gula yang rendah, bahkan sebaiknya produk dengan gula alami atau hanya laktosa susu.

“Bisa dilihat dari daftar nutrisi yang ada di kemasan. Bedakan antara sukrosa yang merupakan gula pasir dan laktosa sebagai gula susu,” kata Lucia.

Orangtua juga perlu menyediakan makanan segar di rumah, seperti buah, sayuran, atau protein hewani, ketimbang memilih makanan kemasan atau siap saji. 

Baca juga: Kopi Hitam Dapat Mencegah Kejang pada Bayi, Mitos atau Fakta?

Anak-anak memang cenderung memilih makanan yang rasanya paling mereka kenal, terutama jika ia merasa enak setelah mengonsumsinya. Selain dari rasa, anak-anak juga memilih makanan berdasarkan bau dan penampilan makanan itu sendiri.

Karenanya orangtua jangan menyerah jika anak sudah menolak pada rasa makanan baru yang diperkenalkan.

Penelitian menunjukkan, dibutuhkan waktu sampai 15 kali percobaan sampai anak menjadi akrab dengan rasa dan akhirnya menyukainya.

Jika sejak dini kita memberikan anak makanan yang bernutrisi dan alami, kita membantunya membangun pilihan yang sehat untuk masa depannya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X