Kompas.com - 24/01/2020, 16:22 WIB

Nyeri tang ter-"fokus" semacam ini cenderung menjadi pertanda kanker, ketimbang rasa sakit di kedua payudara, kata Pederson.

Jika rasa sakit dikaitkan dengan benjolan payudara atau perubahan yang terlihat pada kulit atau puting, itu juga wajib menjadi perhatian.

Kasus ini berlaku untuk sejumlah kecil wanita, namun benar-benar harus dibahas dengan dokter, terutama jika kita berusia di atas 30 tahun.

Baca juga: Pamer Belahan Dada, Kampanye untuk Peduli dengan Kanker Payudara

Apa yang bisa dilakukan terhadap rasa nyeri di payudara?

Menurut Pederson, sebagian besar nyeri payudara tidak cukup parah untuk memerlukan pengobatan.

"Jika tes diagnostik seperti USG normal, biasanya tidak ada yang perlu dilakukan lebih lanjut."

"Kami sering merekomendasikan langkah-langkah konservatif terlebih dahulu, seperti menghentikan konsumsi kafein, untuk melihat apakah gejalanya membaik."

Pada kasus yang lebih parah, ada obat-obatan yang disarankan.

Baca juga: Bagaimana Olahraga Bisa Mencegah Kanker Payudara?

Misalnya, gel obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) topikal yang disebut diklofenak, atau untuk penghilang rasa sakit, tanpa masalah jangka panjang yang sama seperti NSAID oral.

Walau jarang terjadi, dokter akan meresepkan tamoxifen untuk nyeri payudara. Tamoxifen adalah obat anti-estrogen yang digunakan untuk mencegah dan mengobati kanker payudara.

Penelitian mengungkap, obat ini efektif mengurangi nyeri payudara. Namun obat ini datang dengan efek samping, termasuk hot flashes dan risiko kecil pembekuan darah.

Hot flashes adalah sensasi kepanasan hebat yang datang dari dalam tubuh, bukan disebabkan oleh perubahan temperatur atau cuaca lingkungan sekitar.

"Itulah sebabnya kami selalu mempertimbangkan manfaatnya terhadap efek samping potensial," ucap Pederson.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.