Kompas.com - 26/01/2020, 22:53 WIB
Ilustrasi sinar matahari last19Ilustrasi sinar matahari

KOMPAS.com - Ketika bicara tentang paparan sinar matahari yang terlintas di pikiran adalah efek berbahaya sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan kulit terbakar, kulit kering, hingga berbagai jenis kanker kulit, termasuk yang paling mematikan, melanoma.

Satu dekade lalu, masih banyak orang yang meyakini bahwa paparan sinar matahari bermanfaat bagi kesehatan tubuh, hingga akhirnya muncul tabir surya dan informasi yang terus-menerus terkait bahaya paparan sinar matahari.

Banyak orang akhirnya menghindari sinar matahari dan memilih suplemen vitamin D.

“Sebagian orang meninggal karena kanker kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, tapi di sisi lain ada lebih dari 300 kematian yang disebabkan karena kekurangan sinar matahari.”

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Mendapatkan Sinar Matahari?

Demikian yang dipaparkan dalam buku Embracing the Sun, yang ditulis bersama pendiri Sunlight Institute, Dr. Marc Sorenson, yang telah lama memperkenalkan kembali manfaat kesehatan dari paparan sinar matahari.

Dibandingkan dengan suplemen vitamin D, paparan sinar matahari yang sebenarnya memiliki berbagai nutrisi yang ada dan tidak ada dalam suplemen makanan, di antaranya:

Vitamin D

Meskipun hadir dalam suplemen makanan, Vitamin D jauh lebih banyak bisa kita dapatkan dari sinar matahari.

Ini membantu dalam banyak fungsi kesehatan, mulai dari kesehatan tulang hingga peningkatan fungsi otak.

Vitamin D juga secara radikal mengurangi risiko penyakit autoimun, yang meliputi diabetes tipe 1 dan multiple sclerosis, dan bahkan mencegah osteoporosis, yang merupakan ‘kutukan’ bagi semua wanita.

Baca juga: Cara Mendapatkan Manfaat Sinar Matahari Sebagai Sumber Vitamin D

 

Nitric Oxide (NO) – Nitrogen monoksida

Paparan sinar matahari, bahkan selama musim dingin, meningkatkan produksi nitrogen monoksida dalam tubuh untuk menjaga kelancaran aliran darah, menjaga aktivitas neural, hingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Sinar UVA dan sinar inframerah matahari memenuhi kebutuhan nitrogen monoksida dalam tubuh yang tidak ada dalam suplemen vitamin D apa pun. Bahkan membantu mengatasi disfungsi ereksi pada pria.

Baca juga: Melindungi Kulit dari Sinar Matahari Tanpa Repot

Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF)

BDNF bisa kamu dapatkan dari sinar matahari, bahkan selama musim dingin. Gen BDNF membantu dalam pembelajaran dan memori, karena membantu dalam plastisitas sinaptik.
Selain itu juga mengurangi risiko penyakit neurodegenerative, seperti penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.

Serotonin

Penelitian yang dikutip oleh Sorenson menunjukkan, bahwa ketika terpapar sinar matahari sepanjang hari, tingkat serotonin dalam tubuh meningkat sebesar 800 persen, membawa bantuan yang sangat dibutuhkan untuk mencegah depresi.

Selain itu juga meningkatkan melatonin, yang bisa membantu tidur dan mencegah kanker.

Meski sinar matahari berlimpah dengan vitamin D, perlu dicatat pada kondisi kesehatan tertentu ada kalanya suplemen vitamin D kemungkinan tetap diperlukan.

Baca juga: Menilik Manfaat Sinar Matahari dan Kualitas Hubungan Seksual



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X