Kompas.com - 28/01/2020, 18:49 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

"Pemikiran bahwa kita menjadi orang yang selalu dituju memang istimewa dalam beberapa hal. Mencari validasi dari luar untuk menjadi istimewa juga menunjukkan fakta kita tidak menyadari pencapaian diri, keterampilan, dan nilai kita."

Kita tak akan bisa mengurus diri jika selalu berusaha menjadi orang yang tepat untuk semua orang.

Mungkin akan terasa menyenangkan sesaat ketika menjadi orang yangs selalu dimintai bantuan dari rekan kerja.

Namun, hal ini membuat lingkaran yang tak terhindarkan karena ketika momen tersebut berlalu, kita mulai merasa seperti tidak diperhatikan dan harus melakukan sesuatu.

Ketika kita tidak memerlukan validasi seseorang untuk merasa bernilai, kita bisa menerapkan strategi dalam bekerja, menolak permintaan orang lain dan menunjukkan kemampuan dalam tugas kita sendiri.

Tidak ada yang bisa mengerjakan ini selain saya
"Para martir kerja melihat permintaan bukan sebagai opsi, melainkan tuntutan. Mereka berpikir segala sesuatu harus mereka lakukan," ujar Wilding.

Saat kita yakin setiap permintaan harus diselesaikan, kita tidak dapat melepaskan kendali. Jika kita adalah seorang manajer tim, maka pola pikir mengerjakan segala hal akan merusak dan kita akan menyamaratakan kesalahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kita akan mulai berpikir, "akan lebih mudah bagi saya untuk melakukannya sendirian".

"Hanya karena seseorang tidak melakukan dengan benar sesekali, bukan berarti mereka tidak selalu mampu melakukannya. Itu mungkin berarti kita perlu memberi intstruksi yang lebih baik, atau mengatur ulang ekspektasi, dan memberi mereka lebih banyak waktu," ujarnya.

Sikap "kerja bakti" kita memengaruhi orang lain. Ketika kita tidak dapat mendelegasikan, maka kita merugikan rekan kerja karena telah merampas kesempatan merkea untuk tumbuh dan berkembang dalam karier.

Baca juga: Kiat Bagi Fresh Graduate Saat Baru Meniti Karir

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.