Kata Giring Ganesha soal Perkembangan Industri E-sports Tanah Air

Kompas.com - 29/01/2020, 20:21 WIB
Giring Ganesha, Presiden Indonesia E-Sports Premier League (IESPL) Gading PerkasaGiring Ganesha, Presiden Indonesia E-Sports Premier League (IESPL)

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa tahun terakhir, industri e-sports atau olahraga elektronik telah berkembang begitu pesat.

Dari data yang dirilis Newzoo pada tahun 2019, Indonesia menjadi salah satu pasar video game terbesar di kawasan Asia Pasifik, dengan angka mencapai 1,1 miliar dollar AS (sekitar Rp. 14, 9 triliun).

Hal ini membuat Giring Ganesha, Presiden Indonesia E-Sports Premier League (IESPL) sekaligus Ketua Penyelenggara Piala Presiden E-Sports 2020, angkat bicara.

"Jika melihat perkembangan e-sports di masa mendatang, untuk e-sports Indonesia akan menjadi yang terbaik di ASEAN," kata Giring saat ditemui di acara yang digelar Insto Dry Eyes di Jakarta, Rabu (29/01/2020).

 Baca juga: Seiko 5 Sports, Jam Tangan Milenial dengan Harga Terjangkau

Namun, ia menambahkan, industri e-sports Indonesia perlu pengembangan lebih agar bisa bersaing di ranah global.

"Di Indonesia, anomalinya adalah lebih banyak pemain mobile gaming. Sedangkan di dunia, pc gaming. Jadi, kita harus mengembangkan pc gaming untuk menaklukkan dunia."

"Sebenarnya, sebelum era mobile gaming, pc gaming sudah ada. Cuma sekarang fokus orang tidak ke sana."

Selain itu, ia juga menyinggung Final Piala Presiden E-Sports 2020 yang akan digelar di ICE BSD, Tangerang, pada 1-2 Februari mendatang.

Baca juga: Mual dan Ingin Muntah Saat Main Game? Bisa Jadi Motion Sickness

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X