Kompas.com - 30/01/2020, 19:18 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Komisi Atletik Dunia tidak akan memberlakukan larangan pada sepatu lari Nike yang memecahkan rekor kecepatan, Vaporfly Next%.

The Guardian melaporkan bahwa badan pengatur olahraga itu justru diduga akan mengumumkan penghentian sementara semua teknologi sepatu baru menjelang Olimpiade Tokyo musim panas ini.

Sepatu lari Nike ini memicu kontroversi tahun lalu karena dianggap "terlalu bagus", menyusul keluhan dari atlet yang tidak disponsori Nike, yang mengklaim sepatu itu memberi atlet Nike keuntungan yang tidak adil dalam kompetisi.

Baca juga: Inikah Sepatu Lari Nike Tercepat?

Tahun lalu Brigid Kosgei dan Eliud Kipchoge secara historis memecahkan rekor maraton terpisah mengenakan sepatu tersebut, meskipun upaya Kipchoge tidak dilakukan dalam pertandingan resmi karena ia menggunakan sekelompok pelari yang bergantian membantunya mempertahankan kecepatan.

Baca juga: Eliud Kipchoge, Manusia Pertama yang Tuntaskan Maraton di Bawah 2 Jam

Keputusan resmi World Athletics baru akan diumumkan Jumat, tetapi untuk saat ini sepertinya Vaporfly telah lolos dari larangan. Namun begitu, diperkirakan akan ada "penangguhan sementara atas teknologi sepatu baru" sampai setelah Olimpiade Tokyo.

Menurut The Guardian, komisi akan melakukan penyelidikan mendalam untuk memeriksa model-model sepatu baru dan berencana memberlakukan serangkaian peraturan ketat untuk sepatu baru di masa depan.

Saat ini peraturan World Athletics menyebutkan sepatu lari tidak boleh memberikan "bantuan atau keuntungan tidak adil" dan harus "tersedia secara wajar" untuk semua orang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa Vaporfly meningkatkan efisiensi energi atlet hingga 4% atau lebih. Namun, sepatu itu tidak melanggar dianggap peraturan karena alasan tidak "tersedia untuk semua." Menurut Business Insider, World Athletics sedang mengkaji kata-kata dari aturan tersebut agar tidak memiliki makna ganda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.