Benarkah Rutin Minum Teh Menurunkan Risiko Demensia?

Kompas.com - 31/01/2020, 06:51 WIB
Ilustrasi minum teh hijau. ShutterstockIlustrasi minum teh hijau.

KOMPAS.com - Mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan antioksidan flavonol disebutkan dapat menurunkan risiko terkena demensia, demikian menurut sebuah studi terbaru.

Flavonol, sekelompok phytochemical yang ditemukan dalam pigmen makanan, ada pada jenis makanan tertentu, termasuk hampir semua buah-buahan dan sayuran, teh hitam, dan red wine.

Zat phytochemical ini berfungsi untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh manusia.

Baca juga: Minum Teh Sesudah Makan Hambat Penyerapan Nutrisi

Para peneliti meminta 921 orang dengan usia rata-rata 81 tahun, untuk mengisi kuesioner setiap tahun tentang seberapa sering mereka mengonsumsi makanan tertentu.

Mereka juga diberikan pertanyaan seputar tingkat pendidikan, aktivitas fisik, serta berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk aktivitas yang melibatkan mental.

Peserta diuji setiap tahunnya untuk menemukan apakah mereka menderita penyakit Alzheimer selama rata-rata enam tahun.

Sebanyak 220 peserta tercatat menderita Alzheimer selama penelitian.

Peneliti menemukan, mereka yang mengonsumsi flavonol dalam jumlah tinggi, 48 persen lebih kecil untuk menderita demensia dibandingkan mereka yang mengonsumsi dalam jumlah sedikit.

Baca juga: Minum Teh Hijau Cara Enak Sehatkan Jantung

Peserta dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan asupan flavonol mereka, dengan kelompok terendah mengonsumsi sekitar 5,3 mg sehari.

Sedangkan kelompok tertinggi mengonsumsi rata-rata 15,3 mg flavonol per hari.

Di antara orang-orang dalam kelompok tingkat flavonol tertinggi, 15 persen orang menderita Alzheimer.

Sedangkan pada kelompok yang mengonsumsi tingkat flavonol terendah, 30 persen orang menderita penyakit tersebut.

Hasilnya tetap sama usai para peneliti menyesuaikan faktor lain yang dapat memengaruhi risiko Alzheimer atau demensia, seperti diabetes, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Ada berbagai jenis flavonol, dan ini berkaitan dengan risiko penyakit Alzheimer.

Pir, minyak zaitun, dan saus tomat punya kadar isorhamnetin --jenis flavonol yang termetilasi dari golongan flavonoid yang tinggi.

Mereka yang memiliki asupan tinggi pada makanan dengan kadar isorhamnetin, 38 persen lebih kecil kemungkinannya terkena demensia.

Baca juga: Kekuatan Cengkeraman Tangan Bantu Kenali Risiko Penyakit Demensia

 

Sementara mereka yang mengonsumsi kaempferol dalam jumlah tinggi punya kemungkinan 51 persen lebih rendah terhadap penyakit demensia.

Kaempferol merupakan padatan kristal kuning, flavonol alami sejenis flavonoid, yang ditemukan di berbagai tanaman dan makanan nabati, seperti kangkung, kacang, teh, dan brokoli.

Rata-rata, secangkir teh hitam memiliki 8 - 15 gram flavonol. Jika setiap hari kita mengonsumsi secangkir teh dan kangkung atau brokoli, maka kita sudah mencukupi kebutuhan flavonol.

Penting diingat, penelitian ini menunjukkan hubungan antara flavonol dan risiko demensia, namun tidak membuktikan bahwa flavonol secara langsung mengurangi risiko penyakit.

Baca juga: Rajin Minum Teh Hijau Memperpanjang Umur

Perlu lebih banyak penelitian, karena faktor lain yang berperan namun belum diperiksa.

Namun, penulis studi, Thomas M. Holland mengatakan, hasilnya "menjanjikan".

"Makan lebih banyak buah dan sayuran, serta minum lebih banyak teh bisa menjadi cara cukup murah dan mudah bagi orang untuk membantu mencegah demensia," kata Holland.

"Dengan meningkatnya populasi lansia di seluruh dunia, penurunan jumlah orang dengan penyakit ini, atau bahkan menunda beberapa tahun, dapat memiliki manfaat besar pada kesehatan masyarakat."

Baca juga: Benarkah Minum Teh Baik untuk Kesehatan Otak?



Sumber Metro
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X